Saturday, 22 September 2018

Jokowi-Ma’ruf Unggul 5-1 Atas Prabowo – Sandi

Selasa, 21 Agustus 2018 — 16:21 WIB
Adjie Alfaraby (kanan) survei tentang pertarungan Jokowi vs Prabowo (rihadin)

Adjie Alfaraby (kanan) survei tentang pertarungan Jokowi vs Prabowo (rihadin)

JAKARTA – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei terbaru dengan menyatakan skor 5:1 untuk pasangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) – KH Ma’ruf Amin atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di enam kantong suara.

Pasca-pendaftaran resmi pasangan calon, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf kini sudah mencapai the magic number 52.2 %.

” Angka elektabilitas ini hampir menyamai perolehan suara Jokowi pada pilpres 2014 yaitu 53.15 %,” kata peneliti senior Adjie Alfaraby di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Adjie mengatakan, untuk elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi sebesar 29.5 %. Selisih kedua pasangan calon masih dua digit, yaitu sebesar 22.70 %. Dan mereka yang belum menentukan pilihan (undecided voters) sebesar 18.3 %.

LSI--jokowi-vs-prabowo-1--(rihadin)

Keunggulan pasangan Jokowi-Ma’ruf, lanjut Adjie, juga terlihat di kantong-kantong suara penting dan menentukan dalam pilpres. Di kantong suara pemilih muslim yang merupakan pemilih terbesar, Jokowi-Ma’ruf memperoleh dukungan sebesar 52.7 %. Sementara pasangan Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 27.9 %. Perbedaan kedua pasangan calon di kantong suara muslim mencapai dua digit.

Meski begitu, papar Adjie, jauhnya jarak elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi pada kantong pemilih muslim, tidak terjadi pada kantong pemilih minoritas.

Meski unggul, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf pada kantong pemilih minoritas hanya terpaut 3.9 % dengan dukungan terhadap Prabowo-Sandi. Dukungan Jokowi-Ma’ruf sebesar 47.5 %. Dan dukungan Prabowo-Sandi pada segmen minorotas sebesar 43.6 %.

Pada kantong suara wong cilik, Jokowi-Ma’ruf kembali unggul telak. Segmen “wong cilik” adalah segmen dengan populasi terbesar. Data survei menunjukan bahwa pemilih yang berada pada segmen ini mencapai 58.5 %. Mereka adalah pemilih yang pendapatan rumah tangganya dibawah 2 juta dalam sebulan. Pada segmen ini Jokowi-Ma’ruf memperoleh dukungan sebesar 54.7 %. Sementara Prabowo-Sandi memperoleh dukungan sebesar 25.2 %.

“Di kantong pemilih “emak-emak” (perempuan), Jokowi-Ma’ruf juga saat ini unggul. Dukungan terhadap pasangan Jokowi-Ma’ruf di segmen ini sebesar 50.2 %. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi sebesar 30.0 %. Kampanye “partai emak-emak” oleh Sandiaga Uno ketika pidato paska pendaftaran di KPU, nampaknya belum berpengaruh signifikan terhadap elektabilitas Prabowo-Sandi di segmen ini. Di kantong pemilih emak-emak, pasangan Jokowi-Ma’ruf juga unggul dua digit.

“Pada kantong suara kaum terpelajar, Jokowi-Ma’ruf kalah dari Prabowo-Sandi. Pada segmen ini, dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf sebesar 40.4 %. Sementara dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi sebesar 44.5 %. Kantong suara kaum terpelajar memang tak terlalu besar. Data survei menunjukan bahwa populasi kaum terpelajar (pernah kuliah atau diatasnya) hanya sebesar 9.9 %,” katanya.

Namun kelompok ini punya kemampuan menjadi influencer dan penggiring opini publik.

“Pada kantong suara pemilih milineal (usia dibawah 40 tahun), Jokowi-Ma’ruf juga sementara ini unggul. Data survei menunjukan bahwa populasi mereka yang usianya dibawah 40 tahun (generasi millenial) mencapai 44.8 %. Artinya bahwa kelompok pemilih ini jumlahnya signifikan dalam pilpres 2019. Dukungan Jokowi-Ma’ruf pada segmen ini sebesar 50.8 %. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi pada segmen ini sebesar 31.8%,” papar Adjie.

Dengan demikian dari total 6 kantong suara penting, Jokowi-Ma’ruf unggul di 5 kantong suara. Sementara Prabowo-Sandi unggul di 1 kantong suara. Skor 5-1 untuk keunggulan Jokowi-Ma’ruf paska pendaftaran capres-cawapres. (rizal/b)