Wednesday, 14 November 2018

Lifter Eko Yuli Siap Rebut Medali Emas

Selasa, 21 Agustus 2018 — 5:22 WIB
Eko Yuli Irawan  lifter Indonesia saat raih medali perak di Olimpiade Rio 2016 (reuters)

Eko Yuli Irawan lifter Indonesia saat raih medali perak di Olimpiade Rio 2016 (reuters)

JAKARTA  РSetelah sukses menambah tiga emas sepanjang Senin (20/8/2018) kemarin, Tim Indonesia Asian Games 2018 Jakarta-Palembang akan berusaha menambah pundi-pundi perolehan medali sepanjang Selasa (21/8) ini.

Sebanyak 28 medali emas kembali akan diburu oleh atlet dari berbagai negara peserta di benua Asia, termasuk Indonesia lewat cabang olahraga (cabor) angkat besi.

Adalah lifter andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan yang berpeluang menambah perolehan medali emas bagi Merah-Putih saat turun di kelas 62 kilogram putra, Selasa (21/8) ini.
Status Eko Yuli sebagai salah satu lifter andalan Indonesia di kelas ini, memang tidak diragukan lagi. Sejumlah prestasi sudah ditorehkan Eko Yuli, dimana pestasi terbaik terakhirnya adalah dengan meraih medali perak pada Olimpiade Rio de Janerio 2016 lalu. Jika tidak ada rintangan berarti, bukan tidak mungkin medali emas akan diraih atlet kelahiran Lampung, 24 Juli 1989 silam tersebut.

Apalagi Asian Games tahun ini, menjadi sangat emosional bagi Eko Yuli yang nyaris tidak bisa tampil, menyusul keputusan Presiden Federasi Angkat Berat Asia (AWF) yang mencoret nomor tanding kelas 62kg putra pada Asian Games 2018.

Keputusan itu diambil melalui pemungutan suara yang dilakukan oleh Komite Teknis dan Anggota Eksekutif AWF pada 11 Februari 2018 lalu. “Iya cukup terkejut dengan keputusan AWF saat itu karena kelas ini merupakan peluang kita untuk meraih medali emas di Asian Games,” kenang Eko Yuli saat pertama kali mengetahui keputusan AWF.

Namun berkat usaha dari pemerintah dan seluruh insan olahraga Indonesia, Dewan Olimpiade Asia (OCA) melalui Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) akhirnya resmi mempertandingkan kelas spesialis Eko Yuli tersebut.

Ia lun bertekad memberikan medali emas pertama dari cabang olahraga (cabor) angkat besi menyusul kegagalan Sri Wahyuni yang hanya mampu meraih medali perak di kelas 48kg putri di Hall A Jiexpo Kemayoran Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).

Seperti diketahui, dengan total angkatan 195kg (Snatch 88kg, Clean and Jerk 107kg), Sri Wahyuni kalah dari lifter Korea Utara, Ri Song Gum dengan total angkatan 199kg (Snatch 87kg, Clean and Jerk 112 kg). Sedangkan medali perunggu direbut lifter Thailand, Tunya Sukcharoen dengan total angkatan 189kg (Snatch 87kg, Clean and Jerk 109kg). Rasa optimis dibayarnya kegagalan Sri Wahyuni oleh Eko Yuli diungkapkan Kepala Pelatih Tim Angkat Besi Indonesia, Dirja Wihardja. “Satu-satunya lawan terberat Eko (Yuli Irawan) tuh diri dia sendiri. Kalau dia yakin ini berhasil, Ya berhasil itu angkatan,” tandasnya.

Selain kelas 62kg putra, perburuan emas Asian Games juga akan diperbutkan para lifter putri di kelas 53kg. Perebutan dua medali emas juga akan mewarnai cabor anggar. Sementara balap sepeda gunung (2), gulat (4), menembak (3), polo air (1), renang (7), senam artistik (1), taekwondo (3), dan wushu (3). (junius/b)