Saturday, 22 September 2018

Safari Politik Prabowo–Sandi Kandang Lawan Pun Didekati

Selasa, 21 Agustus 2018 — 7:40 WIB
prabowo-sandi

TAK ada lawan abadi dalam politik, begitu jargon kalangan politisi. Saking tiadanya lawan permanen, kubu Prabowo-Sandiaga Uno begitu berani bersafari politik ke PBNU yang jelas-jelas mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. Bahkan setelah ke JK dan Muhammadiyah, Jokowi lawannya dalam Pilpres 2019 hendak disowani pula. Luar biasa!

Prabowo selalu bikin “kejutan”. Setelah publik terkejut karena berani gandeng Sandiaga Uno sebagai Cawapresnya, dia bikin kejutan lagi dengan mendatangi Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj di Jalan Kramat Raya, bareng sama Cawapresnya. Apakah mereka mendapat dukungan pula sebagaimana Jokowi-Ma’ruf Amin? Yang jelas keduanya sudah mendapat KTA (Kartu Tanda Anggota) NU. Jadilah sudah Prabowo-Sandiaga bagian dari kaum nadliyin.

Sebagai ormas, NU memang bersikap netral. Tapi melihat yang digandeng Jokowi sebagai Cawapres adalah KH Ma’ruf Amin yang Rois Am NU, orang akan melihat bahwa NU dukung pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Apalagi PPP, PKB, yang jelas-jelas sarangnya kaum nadliyin, bagian dari koalisi Jokowi.

Dan Prabowo-Sandi berani melakukannya. Meski PBNU bilang berposisi netral dalam kontestasi Pilpres, tapi kubu Prabowo-Sandi berharap publik bukan pendukungnya akan menilai bahwa Capres-Cawapres lawan Jokowi ternyata juga dekat dengan kaum sarungan. Jadi, milih sana atau sini sama sajalah…….

Sebelum ke PBNU, Prabowo-Sandiaga sudah ke PP Muhammadiyah, juga menemui Wapres JK dan Akbar Tandjung yang semua tahu mereka adalah dedengkotnya Golkar. Padahal anak kecil pun tahu, sekarang ini dibawah Erlangga Hartarto penerus Setya Novanto jauh-jauh hari Golkar sudah mendukung Jokowi.

Bahkan Prabowo-Sandiaga juga punya target, hendak sowan Presiden Jokowi. Tapi belum-belum jubir Istana Mochtar Ngabalin mempertanyakan, apa perlunya. Toh sudah ketemu Wapres JK, kan sama saja. Hingga sekarang memang tak pernah dijadwalkan ketemu Capres-Cawapres sebelah, karena urusan Jokowi sangat padat.

Ini sebetulnya penolakan halus. Sebab ibarat Capres-Cawapres itu remaja yang sedang mencari pacar, di mana etikanya cewek yang sudah dipacari cowok lain masih “ditembak” juga? Atau Prabowo-Sandi memang berprinsip, sebelum “janur melengkung” semua boleh dicoba? Dalam politik memang, menghalalkan segala cara hal biasa. – gunarso ts