Wednesday, 21 November 2018

Ubah Stigma, Lamongan Bersiap Menjadi Kota Fesyen Muslim

Selasa, 21 Agustus 2018 — 9:52 WIB
Busana muslim yang akan ikut dalam 'Lamongan Muharram Festival Street Carnaval Moslem'. (adji)

Busana muslim yang akan ikut dalam 'Lamongan Muharram Festival Street Carnaval Moslem'. (adji)

JAKARTA – Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) tak ingin Kota Lamongan, Jawa Timur, dicap sebagai lahirnya anggota teroris. Pihaknya ingin mengubah stigma di Masyarakat, dengan menjadikan Lamongan sebagai kota fesyen muslim.

Dalam upaya mewujudkannya, RKIH akan menggelar event akbar bertajuk ‘Lamongan Muharram Festival Street Carnaval Moslem’. Sebanyak 40 desainer dan ratusan model busana muslim bakal terlibat meramaikan kegiatan yang akan digelar selama dua hari, yaitu pada 11-12 September 2018 di Lamongan, Jawa Timur.

“Dengan harapan Lamongan yang konsisten melaksanakan festival Muharram ini bisa lebih hebat lagi sekaligus untuk menguatkan ekonomi warga setempat. Melalui Clcarnaval ini juga maka diharapkan produk lokal Lamongan menjadi produk yang mendunia,” ujar Ketua Umum Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH), Kris Budiharjo, Selasa (21/8/2018)

Mantan ketua relawan Jokowi ini berharap, kegiatan tahunan ini bakal menjadikan busana muslim Indonesia makin dikenal dunia. Ia pun memastikan akan mengundang sejumlah pelaku bisnis internasional untuk menyaksikan hajatan akbar itu. Beberapa tamu undangan telah dikonfirmasi seperti dari Oman, Yaman, Kuwait, Mesir, Malaysia dan Saudi Arabia

“Di Lamongan banyak UMKM hebat. Hanya saja, selama ini mereka tak banyak dikenal mungkin karena kurang promosi. Nanti, kami akan berikan mereka masukan termasul buka jalur perdagangan agar produk fesyen mereka makin dikenal luas. Kita ingin merubah persepsi bahwa Lamongan selama ini disebut kota yang melahirkan teroris namun akan kita ubah stigma itu bahwa Lamongan melahirkan kreator sebagai pusat modenya busana Moslem dunia,” ungkap Kris.

Dalam kesempatan yang sama, Ina Raya selaku PIC Carnaval Fashion Moslem menambahkan, acara digelar untuk mengangkat kain Nusantara yang memiliki kekayaan keragaman. “Kita ingin mengangkat kearifan lokal,” ujar Ina.

Masih menurut Ina, satu desainer nantinya akan melakukan pertunjukan 10 busana koleksinya dalam pawai Carnaval tersebut.  “Dengan mengangkat ‘Wastra Indonesia’, nanti akan dipamerkan busana muslim mulai dari batik, lurik, dan tenun semua kita angkat,” ungkapnya.

Desainer yang akan ikut ambil bagian dalam gelaran ini yaitu Ina Brand Inaraya, Verlinawati Brand Naswanisa, Ningsih Brand Ning-She, Ana Brand Uswatun Chasanah, Novi Brand Novie’s, Lisa Setiawati, dan Indriyanti Brand Indy Faza. Disainer cilik Akeyla Brand Akeyla Naraya yang sudah tour show ke Moskow  juga akan tampil dengan sejumlah karyanya. (adji/mb)

 

Teks foto : Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) menggelar konpers Lamongan Muharram Festival Street Carnaval Moslem di Jakarta.adji