Saturday, 17 November 2018

Eko Yuli Dedikasikan Emas Untuk Istri yang Tengah Hamil

Rabu, 22 Agustus 2018 — 6:30 WIB
Weightlifting - 2018 Asian Games - Men's 62kg Group A victory ceremony

JAKARTA – Medali emas yang disumbangkan Eko Yuli Irawan untuk Tim Indonesia didedikasikan untuk anak dan istrinya yang tengah berbadan dua. Hal itu diungkapkan lifter kelahiran Lampung tersebut kepada awak media di Hall A3 Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/8).

Menurut Eko Yuli, sang istri kini tengah hamil tua dan hanya tinggal menunggu waktu kelahiran.

“Alhamdulillah saya senang karena target dari PABBSI bisa saya capai meskipun angkatan kurang tapi kita berjuang dulu untuk medali emas. Medali ini saya persembahkan untuk anak istri saya yang saat ini sedang hamil tua tinggal menunggu hari saja, juga untuk Merah Putih, PB PABBSI, KONI Daerah, KOI dan Inasgoc,” kata Eko Yuli.

Eko Yuli juga mengaku senang karena usahanya meraih medali emas, turut disaaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. Menurutnya, ini merupakan medali emas bersejarah bagi PB PABBSI.
Maklum, ini merupakan emas pertama yang disumbang PB PABBSI di Asian Games tahun ini dan juga emas pertama cabor angkat besi putra dalam sejarah perhelatan ajang multievent antara negara se-Asia tersebut. “Ini sejarah pertama di angkat besi putra karena selama ini masih terus di perak Alhamdulillah sekarang bisa pecah telur di medali emas semoga ini bisa menjadi modal besar ke Olimpiade Tokyo 2020,” tambahnya.

Dari segi angkatan total yang dicetak Eko Yuli pada Asian Games 2018 ini memang kurang dari 1 kg dari angkatan total terbaiknya. Di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Eko Yuli yang meraih perak mencatat angkatan total 312kg (Snatch 142 kg, Clean and Jerk 170kg). Namun, Eko termasuk yang beruntung karena kesuksesan meraih emas di Asian Games 2018 ini menjadikannya sebagai lifter pertama Indonesia yang meraih medali emas pada ajang Asian Games.

Medali emas diraih Eko Yuli di kelas 62 kilogram putra setelah berhasil mencatat total angkaan 311 kilogram. Ia berhasil mengalahkan lifter asal Vitenam, Van Vinh Trinh yang mencatat total angkatan 299 kilogram dan meraih medali perak. Sementara medali perunggu diraih atlet Uzbekistan Ergashev Adkhamjon dengan total angkatan di 298 kilogram. Sayang, sukses Eko tidak diikuti oleh Sarah Anggraini yang tersingkir di babak oenyisihan kelas 53 kologram putri. (junius/b)