Tuesday, 13 November 2018

Lifter Triyatno Diharapkan Rebut Medali Emas

Rabu, 22 Agustus 2018 — 7:01 WIB
Lifter andalan Indonesia, Triyatno (ist/instagram)

Lifter andalan Indonesia, Triyatno (ist/instagram)

JAKARTA – Sebanyak 32 medali emas akan kembali diperebutkan sejumlah cabang olahraga (cabor) Asiah Games sepanjang Rabu (22/8/2018) . Salah satu peluang untuk menambah pundi-pundi medali bagi Tim Indonesia datang dari Triyatno dari cabang olahraga (cabor) angkat besi di kelas 69 kilogram putra.

Usaha meraih medali bagi Merah-Putih, bukan hal yang baru bagi Triyatno. Lifter kelahiran Lampung itu sebelumnya pernah meraih medali perunggu pada Olimpiade Beijing pada 2008 lalu, dan medali perak di Olimpiade London, empat tahun berselang.

Selain itu, Triyanto juga pernah dua kali meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi pada 2009 dan 2010. Meski demikian, Triyatno belum pernah sekalipun meraih medali emas di Asian Games.

Hingga saat ini, baru Eko Yuli Irawan yang berhasil mencatat sejarah sebagai satu-satunya lifter asal Indonesia yang meraih emas di Asian Games. Sejarah itu dicatat Eko Yuli saat menjadi yang terbaik di kelas 62 kilogram putra pada Asian Games 2018, Selasa (21/8) kemarin. Sukses Eko Yuli mengukir sejarah tentu menambah motivasi bagi Triyatno untuk menambah daftar lifter Indonesia yang meraih emas di Asian Games. “Mudah-mudahan di Asian Games kali ini, saya bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Triyatno singkat.

Jika mampu meraih tambahan medali emas dari angkat besi, maka Triyatno akan mempertegas posisi Indonesia di jajaran teratas daftar perolehan medali Asian Games 2018. Selain dari cabor angkat besi, satu medali emas juga akan diperebutkan dari balap sepeda (jalan raya), boling (1), paralayang (2), taekwondo) 2), wushu (2), gulat (4), anggar (2). Selanjutbya, kano/kayak slalom (2), menembak (2), renang (7), senam artistik (2), sepak takraw (2), dan bulutangkis (2).

epanjang Selasa (21/8), Tim Indonesia masih bertengger di posisi kempat daftar perolehan medali dengan lima emas, dua perak, dan lima perunggu. Lima medali emas tersebut disumbang Eko Yuli dari angkat besi, Defia Rosmaniar (taekwondo), Lindswell Kwok (Wushu), Tiara Andini Prastika (balap sepeda), dan Khoiful Mukhtib (balap sepeda).

Sementara dua medali perak masing-masing disumbang Edgar Javier Marvelo dari cabor wushu dan Sri Wahyuni dari angkat besi. Sedangkan untuk lima medali perunggu masing-masing disumbang Nining Purwaningsih dari cabor balap sepeda, Surahmat Suwoto Wijoyo (angkat besi), Achmad Hulaefi (wushu), Greysia Polii dan kolega (bulutangkis), serta Herson Muhammad dkk (sepak takraw). Indonesia berada di bawah Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan yang masih menempati posisi tiga teratas.

Sementara di bawah Indonesia ada Iran, Korea Utara, India, Taiwan, Mongolia, dan Kazakhstan yang berada di posisi 10 teratas. Untuk negara di kawasan Asia Tenggara, Indonesia masih masih meminpin dan membawahi Thailand di posisi kedua, disusul Filipina, Vietnam, Malaysia, dan Singapura. Sukses tersebut. (junius/b)