Sunday, 23 September 2018

Lewat Spanduk “Capres Jahat” Dua Kubu Terserang Sekaligus

Kamis, 23 Agustus 2018 — 5:50 WIB
satpol-pp

SPANDUK provokatif bertuliskan “Jangan pilih Capres jahat”, beberapa hari ini bergelayutan di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Ibukota. Atas perintah Bawaslu, Satpol PP pun sibuk mencopotnya. Tak jelas siapa pembuatnya, kecuali ada keterangan: masyarakat anti Golput. Pesan spanduk itu bisa menyerang dua kubu sekaligus, dan berpotensi bikin orang Golput.

Setiap menjelang Pileg dan Pilpres, setan-setan demokrasi selalu bergentayangan. Mereka memanfaatkan isyu-isyu yang dilempar para tokoh, sementara para tokoh juga terus bikin isyu-isyu baru. Publik pun heran, ini orang kok tak ada capeknya berotak kotor, jadi tukang kompor nyaingi yang berada di Jalan Dewi Sartika, Cawang.

Beberapa waktu lalu ketika politisi PKS Mardani Alisera bilang “2019 ganti presiden”, mendadak jadi viral. Di mana-mana orang berkaos #2019 ganti presiden, bahkan tagar itu jadi proyek yang menguntungkan sejumlah pihak. Sampai-sampai ustadzah mantan artis pun mau jadi relawan dan habis dibully di medsos.

Ketika Capres Jokowi mendadak mengubah pilihan Cawapres Mahfud MD ke KH Ma’ruf Amien, banyak yang kecewa bahkan mengancam siap Golput di Pilpres 2019. Dengan mengutip ucapan Frans Magnis Suseno, Mahfud MD untuk meredam situasi bilang, Pilpres itu bukan untuk memilih pemimpin terbaik, tapi mencegah jangan sampai orang jahat jadi pemimpin.

Karena yang ngomong Mahfud MD, kata-kata itu jadi membahana. Faktanya beberapa hari kemudian di Ibukota bergelantungan spanduk bertuliskan “Jangan pilih Capres jahat.” Bawaslu pun cepat tanggap, bekerjasama dengan Satpol PP spanduk produk para setan demokrasi itu dicopoti.

Melihat nada kalimat dalam spanduk itu, memang sangat provokatip. Tapi sasaran tembaknya dua kubu sekaligus, baik kubu Prabowo-Sandiaga Uno maupun Jokowi-Ma’ruf Amin. Dengan parameter-parameter tertentu yang mereka miliki, bisa saja dituduhkan bahwa Capres Jahat itu Prabowo. Tapi dengan parameter tertentu pula, bisa juga yang dinilai Capres jahat itu Jokowi.

Publik pun jadi bingung, mana yang benar? Karena dinilai dua-duanya sama jahat, ya sudah……mending golput sajalah. Tidak pilih Jokowi, tidak pula Prabowo. Bila ini yang terjadi, maka pendapat Frans Magnis Suseno benar-benar terjadi, orang jahat jadi pemimpin. – gunarso ts