Sunday, 18 November 2018

Masih Ada Kesan Perawatan Mesin Mobil Matic Ribet

Kamis, 23 Agustus 2018 — 5:08 WIB
perempuan-mobil

MESIN manual masih mendominasi pada aktivitas jual-beli mobil seken. Pasalnya masyarakat konsumen hingga kini masih susah diajak ‘move on’ ke mobil automatic alias matic yang dianggapnya butuh perawatan yang lebih rumit dibanding dengan mobil yang menggunakan sistem persneling.

Hal itu dikatakan sejumlah pedagang mobil bekas di Bursa Mobil Seken WTC Mangga Dua. “Masih banyak masyarakat awam yang berpendapat bahwa perawatan mobil matic lebih ribet dan mahal dibanding manual sehingga dari dulu sampai sekarang animo manual masih mendominasi pasaran,” kata Candra Wijaya di Mal WTC Mangga Dua.

Hingga kini, sejumlah pabrik mobil, terutama di luar produk Amerika dan Eropa masih memproduksi tipe mobil yang terdapat varian matic atau manual. Adapun mobil khusus matic (tidak ada varian manual) didominasi kelas premium dari AS dan Eropa.

Pedagang lainnya Martin menambahkan untuk penjualan seken, harga matic turunnya lebih besar dibanding manual. “Sebab, peminatnya kurang. Selain itu, sistem maticnya rewel, butuh biaya besar,” jelas Martin yang menjual mobil seken matic dan manual.

MENGUNTUNGKAN

Namun sebenarnya kondisi ini menguntungkan bagi pecinta matic seken karena harga jauh lebih murah dibanding mobil baru. “Sebenarnya, produk matic saat ini jauh lebih bagus dibanding sepuluh tahun lalu. Kini sistem maticnya lebih sederhana dan bertenaga. Selain itu mesinnya kuat dan bandel. Namun kita masih susah memberi pengetahuan ini kepada konsumen awam,” tambahnya.

Senior marketing manager WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menjelaskan bahwa di lokasi tersebut menyediakan banyak pilihan matic maupun manual. “Kedua jenis mobil ini masing-masing ada plus minusnya, tergantung pada selera pelanggan,” ujarnya sambil menambahkan di dalam gedung mal ini terdapat ratusan show room yang memajang lebih dari 2.200 unit mobil dari berbagai merek dan tipe. (*/bu)