Thursday, 15 November 2018

7 Bulan Jadi Menteri Sosial, Idrus Marham Panggil Staf dengan Sebutan Khusus

Jumat, 24 Agustus 2018 — 15:59 WIB
Idrus Marham tiba di Kementerian Sosial, disambut oleh pejabat Kementerian Sosial. (cw2)

Idrus Marham tiba di Kementerian Sosial, disambut oleh pejabat Kementerian Sosial. (cw2)

JAKARTA – Idrus Marham mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Sosial. Setelah mendatangi Istana Kepresidenan, politisi Golkar ini ke Kementrian Sosial. Namun ia menampik kedatangannya untuk pamitan.

Kedatangan Idrus disambut sejumlah pejabat Kementerian Sosial, di antaranya Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial (Badiklit) Edi Suharto, Kepala biro perencaan Adi Karyono, Kepala biro organisasi dan kepegawaian Armay, dan Sekretaris Jendral Kemensos Hartono Laras.

“Ini bukan pamitan, ini sudah kayak keluarga saya semua ya. Saya nanti akan konsentrasi di sini (proses penyidikan),” ujar Idrus di kantor kementerian Sosial Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Jumat (24/8/2018).

Menurutnya, rekan-rekan kerjanya itu sudah seperti keluarga sendiri. Bahkan ia memiliki panggilan-panggilan khusus karena keakraban satu sama lain. Ia mengaku selaama ia menjadi Menteri Sosial selalu mengedepankan unsur kekeluargaan dalam bekerja.

(Baca: Rapikan Rumah Sejak Kemarin, Idrus Marham Juga Kembalikan Mobil Dinas Kementerian Sosial)

“Kayak ini, Pak ini namanya (panggilan) Pak Kyai. Iya kan, jadi ada semua, yang artinya adalah kita mengedepankan kekeluargaan, tetapi tetap berbasis konsep, tetap berbasis prestasi,” jelasnya.

(Baca: Idrus Marham Mundur, Begini Sambutan Pejabat Kementerian Sosial)

Idrus Marham baru 7 bulan mnejadi Mneteri Sosial, menggantikan Khofifah Indar Parawansa. Ia mundur dari jabatannya siang tadi dengan menghadap Presiden Jokowi mengantarkan surat pengunduran dirinya.

(Baca: Menteri Sosial Idrus Marham Mengundurkan Diri)

Idrus berdalih akan fokus menjalani proses penyidikan KPK terkait kasus dugaan suap pada proyek pembangunan PLTU Riau-1. Kasus ini telah menyeret politisi Golkar Eni Saragih dan Johannes B Kotjo, bos Blackgold Natural Resources Limited, sebagai tersangka. (cw2/yp)