Monday, 15 July 2019

Gerindra: Soal Ancaman ke Andi Arif, Bukan dari Parpol Pro Prabowo

Jumat, 24 Agustus 2018 — 22:14 WIB
Andi Arief, eks Wasekjen Partai Demokrat.

Andi Arief, eks Wasekjen Partai Demokrat.

JAKARTA – Sinyalemen Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief bahwa ada  dugaan mahar Rp 1 triliun dari Sandiaga Uno untuk PAN dan PKS masih berbuntut panjang. Terbetikisu Andi Arif mendapat ancaman. Namun, pihak Partai Gerindra menegaskan ancaman itu bukan dari kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Terhadap isu yang saya terima tadi malam bahwa salah satu ketua DPD partai politik di Jakarta yang mengorder etnis tertentu untuk mengintimidasi saya, tentu saya khawatir,” ujar Andi dalam keterangannya, Jumat (24/8/2018).

Andi mengaku sangat khawatir soal isu ancaman tersebut. Terlebih, ancaman itu berupa fisik.  “Sejak dulu saya paling takut menghadapi ancaman fisik ini karena itu lebih baik saya menghindar,” ucap Andi.

Ketua DPP Gerindra Habiburokhman memastikan ancaman itu tidak berasal dari parpol pendukung Prabowo-Sandiaga. Habiburokhman mengaku sudah mengecek ke empat partai pendukung Prabowo-Sandiaga.

“Jadi kalau soal ancaman, clear saya sudah cek tidak dari kubu empat partai tersebut, Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, tidak dari situ. Kita nggak tahu dari mana. Sudah saya cek semua,” ujar Habiburokhman di kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/8).

Habiburokhman mengatakan Andi Arief tidak menceritakan secara rinci mengenai adanya ancaman tersebut. Dia tak tahu-menahu asal ancaman itu.

“Oh nggak ada, Andi Arief nggak ceritakan ke saya, yang jelas saya cek keempat partai tersebut tidak ada sama sekali ancaman kepada Pak Andi Arief. Saya nggak tahu kalau dari partai mana,” sambungnya.

Andi Arief sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan Bawaslu sebagai saksi soal dugaan itu. Bawaslu berharap Andi memenuhi panggilan Senin (27/8) pekan depan.

“Kalau tidak salah sudah tiga kali (pemanggilan), tapi kita hormati. Senin (26/8) kita harapkan hadir, mudah-mudahan nggak menunda lagi,” ujar Ketua Bawaslu Abhan, di Kantor Bawaslu, Jumat (24/8).

(*/win)