Wednesday, 21 November 2018

Jaga Martabat Bangsa Selama Asian Games

Jumat, 24 Agustus 2018 — 4:49 WIB

INDONESIA kini sedang menerima belasan ribu tamu mancanegara, peserta Asian Games 2018 baik atlet maupun ofisial. Kota Jakarta dan Palembang yang menjadi lokasi perhelatan akbar tersebut kini sedang melayani tamu sebaik mungkin, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan. Sebagai tuan rumah, kita wajib memberi pelayanan terbaik.

Namun sayangnya, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jakarta kemarin, Kamis (23/8/2018) dinodai oleh bentrokan kelompok warga di dua lokasi berbeda. Pertama di Tanjung Duren, Jakarta Barat, disusul bentrokan di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Tawuran di Menteng Tenggulun mengakibatkan kaca halte bus Transjakarta pecah kena lempar bongkahan batu.

Keributan dua kelompok anak muda, memang kerap terjadi di Ibukota. Kawasan Menteng Tenggulun termasuk zona merah tawuran setelah Johar Baru. Sedikit saja terjadi gesekan, pertikaian pun terjadi. Imbasnya, selain menimbulkan ketakutan bagi warga sekitar dan masyarakat yang melintas, juga mengakibatkan lalu lintas macet.

Tawuran yang terjadi di dua lokasi tersebut memang tidak mengganggu aktivitas atlet maupun jalannya pertandingan. Selain lokasinya jauh dari venue maupun wisma atlet, seluruh peserta AG juga selalu dikawal dan dijaga ketat. Pengamanan dilakukan maksimal melibatkan 60 ribu personel Polri dan TNI sampai AG berakhir.

Meski begitu, bukan berarti sekecil apapun peristiwa di dalam negeri bakal luput dari sorotan. Terlebih gangguan kamtibmas yang melibatkan massa dan menjadi tontotan publik, tak akan luput dari penciuman ratusan jurnalis media asing yang tengah berada di Jakarta. Dunia akan menyorot perilaku masyarakat kita, bahkan bisa dianggap ‘barbar’.

Polri sejak jauh hari sudah mengimbau seluruh komponen pemerintah dan masyarakat bekerjasama menjamin stabilitas kamtibmas. Karena even internasional ini mempertaruhkan nama besar dan martabat bangsa Indonesia. Letupan-letupan yang mengganggu kamtibmas, semestinya tidak perlu terjadi apabila semua komponen punya kesadaran tinggi. Bahwa kita sedang kedatangan tamu 16.000 lebih warga asing.

Selama penyelenggaraan Asian Games (AG), semestinya semua komponen masyarakat bisa menahan diri dan menunjukkan kepada dunia, bahwa negeri ini aman, tertib dan nyaman. Jangan meninggalkan kesan buruk kepada tamu-tamu asing. Di saat even sebesar AG, kita tak bisa hanya mengandalkan kepolisian dalam menjaga kamtibmas.

Tokoh masyarakat, perangkat kelurahan hingga RT dan RW harus menjadi garda terdepan mencegah munculnya gagguan di lingkungan masing-masing. Jangan sampai tamu mancanegara membawa pulang cerita buruk tentang Indonesia. **