Friday, 16 November 2018

KPK Dalami Tersangka Baru Kasus Suap PLTU Riau

Jumat, 24 Agustus 2018 — 12:41 WIB
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. (yendhi)

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. (yendhi)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat fakta baru dalam proses pemyidikan kasus suap PLTU Riau-1. Lembaga anti-rasuah ini pun membidik tersangka baru.

Febri Diansyah, Juru Bicara KPK, mengatakan penyidik menemukan ada pihak lain yang harus tanggung jawab dalam kasus ini. “Ada fakta-fakta baru yang berkembang dalam proses penyidikan untuk mencari pihak-pihak lain yang harus bertaggung jawab,” katanya dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/8/2018).

Menurutnya, sejumlah orang telah dimintai keterangan sebagai saksi. Ini untuk mengetahui termasuk mencari bukti kuat skema kerja sama dan mekanisme sampai pada petunjuk pihak-pihak tertentu dalam pembangunan PLTU Riau-1.

“KPK mendalaminya untuk memastikan secara rinci karena ada dugaan penerima Rp4,8 miliar yang sudah kami identifikasi dalam kasus ini,” katanya.

Sebelumnya Menteri Sosial Idrus Marham diperiksa selama 12 jam oleh penyidik KPK dalam kapasitan sebagai saksi. Selama pemeriksaan penyidik menekankan informasi pertemuannya bersama Dirut PLN Sofyan Basir dengan dua tersangka kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTY Riau-1, Wakil
Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisko Kotjo (JBK), bos Blackgold Natural Resources Limited. (cw6/yp)