Wednesday, 26 September 2018

Mardani dan Nurmansjah Pengganti Sandi

Jumat, 24 Agustus 2018 — 0:22 WIB
Mardani Ali Sera, inisiator #2019GantiPresiden  (ist)

Mardani Ali Sera, inisiator #2019GantiPresiden (ist)

JAKARTA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyodorkan nama Mardani Ali Sera dan Nurmansjah Lubis sebagai wakil gubernur (wagub) DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. Kedua nama ini diajukan PKS ke Partai Gerindra.

“Nama yang diajukan PKS itu Mardani Ali Sera sama Nurmansjah Lubis,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Iman Satria, Kamis (23/8/2018).

Mardani merupakan Ketua DPP PKS. Sementara Nurmansjah anggota DPR daerah pemilihan DKI Jakarta dari PKS.

Dua nama itu diajukan Wakil Sekjen DPP PKS Abdul Hakim ke Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, M Taufik, pada 10 Agustus 2018. Kata Iman, lembar kertas dari PKS itu ditandatangani Taufik. “Pak Taufik cuma tandatangan seorang diri tanpa sekretaris,” tutur Iman.

Ia menjelaskan, DPD Partai Gerindra DKI Jakarta sebenarnya sudah bulat mendukung M Taufik sebagai wagub. Karena itu, Iman dan pihak DPD Gerindra menganggap lembar persetujuan dua nama PKS itu tidak sah.

MERUJUK ATURAN

Adapun mekanisme pengisian posisi wagub telah diatur UU Nomor 10 /2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah. Pada pasal 176 ayat (1), disebutkan bahwa partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua calon wagub ke Dewan melalui Gubernur DKI Jakarta untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.

Merujuk pada aturan itu, Iman menilai seharusnya baik PKS dan Gerindra masing-masing menyodorkan satu nama.

Imanpun menyayangkan PKS yang menyodorkan nama lebih dari satu.

“PKS hanya ingin mengajukan nama dari PKS saja, kami keberatan. Harusnya kan satu Gerindra, satu PKS. Aturannya satu-satu, kami kan partai yang taat aturan,” jelasnya.

Iman mengatakan, sejauh ini PKS dan Gerindra belum bertemu secara formal untuk membahas hal itu. Gerindra DKI masih menunggu Sandiaga resmi mundur sebagai wagub.

PALING BERHAK

Ketua Komisi Kebijakan Publik MPW PKS DKI Jakarta, Achmad Yani mengklaim pihaknya paling berhak mengisi kursi wagub. Mengingat Anies Baswedan bukan representasi PKS.

Saat Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies bukan merupakan kader partai, melainkan berasal dari eksternal. “Pak Anies ini kan dari pihak eksternal bukan kader PKS. Kemudian Sandiaga jelas kader Gerinda,” ujar Yani.

“Nah ketika itu PKS karena upaya untuk menjalin kebersamaan, agar bisa memenangkan pilkada, ya enggak apa-apa mengalah meskipun Mardani Ali Sera mundur sebagai cawagub,” ujarnya.

Yani mengatakan, dulu sempat ada rencana untuk mencalonkan Sandiaga sebagai gubernur dan Mardani sebagai cawagub. Hingga akhirnya, diputuskan nama Anies Baswedan yang diusung sebagai cagub.

Setelah Anies muncul, Yani mengatakan, Mardani mundur dan Sandiagapun menjadi cawagub.
Yani menilai, PKS telah mengalah saat itu. Partainya tetap mendukung Sandiaga yang berpasangan dengan calon dari eksternal partai.

Oleh karena itu, untuk mengisi jabatan wagub yang kosong ini, Yani menilai giliran PKS yang berhak. Apalagi, Anies bukan representasi dari PKS. “Kalau lihat susunan seperti pilkada itu kan Gerindra yang ada di susunan cagub dan cawagub. Bukan PKS karena Pak Anies bukan kader dari PKS,” ujarnya. (john/ruh/st)