Friday, 16 November 2018

Meneg BUMN Resmikan 16 Proyek Strategis Pelindo IV

Jumat, 24 Agustus 2018 — 21:38 WIB
Menteri Negara BUMN Rini Soemarno meresmikan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Timur Indonesia di Pelindo IV

Menteri Negara BUMN Rini Soemarno meresmikan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Timur Indonesia di Pelindo IV

JAKARTA (Pos Kota) -Menteri Negara BUMN Rini Soemarno meresmikan 16 Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Timur Indonesia di Pelindo IV Senilai Rp 2,153 Triliun di , Jumat  siang (24/8/2018).

Rini Soemarno mengatakan  PSN yang dibangun oleh Pelindo IV sejak awal 2016 hingga 2018 ini menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp1,3 triliun dan sisanya dana intern Pelindo IV.

Diakui Rini, tiga tahun lalu Presiden Jokowi melihat bertahun-tahun kemampuan pelabuhan di kawasan timur Indonesia lemah dan menginginakan di moderenisasi.

Meneg BUMN juga merasa bangga Papua kini bisa melakukan ekspor langsung ke negara asal seperti China, Jepang dan Eropa, tidak perlu lewat Surabaya ataupun Tanjung Priok, sehingga jauh menghemat biaya dan waktu tempuh.

“Saya salut kepada Pak Doso, Dirut Pelindo IV yang tidak pernah menyerah sampai saya melihat sendiri sekarang turun dari pesawat sudah terlihat crane baru terpasang, dan Papua sudah punya pelabuhan sendiri,” ujar Rini saat meresmikan 16 proyek strategis di Pelabuhan Jayapura.

Sementara itu Doso Agung mengatakan 8 PSN yang menggunakan dana PMN yaitu di Papua ada Pelabuhan Merauke, Jayapura, Manokwari dan Pelabuhan Sorong. Sedangkan yang non Papua yaitu Pelabuhan Ternate, Bitung, Kendari dan Pelabuhan Tarakan.

Ditambahkannya sejak 24  tahun lalu  tidak ada pembangunan sama sekali untuk pelabuhan di kawasan timur Indonesia, sejak dirinya pertama kali menjabat Dirut Pelindo IV bertekat ingin menyamai dengan pelabuhan di Jawa apalagi kinerja seluruh pelabuhan di wilayah timur Indonesia dua tahun belakangan menunjukan peningkatan yang positif rata-rata 14 persen.

Dengan diresmikannya 16 proyek strategis ini, total kapasitas petikemas menjadi 2 juta TEUs per tahun dari sebelumnya hanya 700.000 TEUs per tahun. “Jumlah itu diluar kapasitas yang dimiliki Terminal Petikemas Makassar (TPM), Makassar New Port (MNP) dan Kaltim Kariangau Terminal (KKT).” kata Doso.

Sementara fasilitas bongkar muat petikemas dari crane kapal menjadi fix crane atau container crane, sehingga kecepatan bongkar muat barang dari rata-rata hanya 8 – 12 box per jam, menjadi 22 – 28 box per jam.

Kapsitas terminal penumpang dari sebelumnya hanya 6.000 penumpang menjadi 11.700 penumpang per siklus kegiatan. Doso menyebutkan, dengan adanya investasi yang dilakukan Pelindo IV, bisa menurunkan Berth Occupancy Ratio (BOR) atau rasio penggunaan dermaga terhadap kunjungan kapal.

“Semakin tinggi BOR, semakin padat dermaga dan waktu tunggu kapal juga semakin lama. Tapi dengan investasi pelabuhan, otomatis dapat menurunkan angka BOR, terutama di Pelabuhan Jayapura, yang sebelumnya diatas 70 persen.

Selama mengerjakan proyek tersebut pihaknya sejak awal sudah melakukan nota kesepahaman atau MoU dengan kejaksaan dan kepolisian yang bersama-sama membentuk TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Perintah dan Pembangunan Daerah) dan BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Daersh) sejak awal hingga akhir pekerjaan tim selalu mengawasi bila ada dugaan penyimpangan.

Adapun ada 16 pelabuhan yang selesai dibangun Pelindo IV Doso merinci, Pelabuhan Jayapura senilai Rp 299 miliar, Pelabuhan Merauke Rp 101 miliar, Biak Rp87 miliar, Sorong Rp215 miliar, Manokwari Rp86,2 miliar, Ambon Rp165 miliar, Ternate Rp164 miliar, Kendari Rp295 miliar,  Bitung Rp188 miliar.

Selain itu Pelabuhan Makassar Rp222 miliar, Pare-pare Rp40 miliar, Gorontalo Rp50 miliar, Balikpapan Rp22,9 miliar, Sangata Rp4,7 miliar, Tarakan Rp123 miliar, Pelabuhan Nunukan Rp66 miliar.

Sedangkan pembangunannya berupa membangun terminal penumpang, reklamasi penumpukan petikemas, gedung kantor, pengadaan alat berat fixed crane, container crane, harbour mobile crane, dermaga petikemas. (dwi/win)