Tuesday, 20 November 2018

RSUD Tanjung Priok Kebanjiran Pasien Katarak

Jumat, 24 Agustus 2018 — 21:08 WIB
Walikota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau, saat meninjau ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Tanjung Priok. (deny)

Walikota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau, saat meninjau ruang Instalasi Bedah Sentral RSUD Tanjung Priok. (deny)

JAKARTA – Sekitar 200 pasien terlayani di RSUD Tanjung Priok, Jakarta Utara, setiap harinya. Dari jumlah tersebut, pasien dengan gangguan penglihatan atau katarak pun mendominasi dan banyak mendapat rujukan untuk penanganan lanjut.
Direktur RSUD Tanjung Priok, Toni Wibowo, mengatakan dengan membludaknya pasien katarak dan tidak adanya unit penanganan lanjut pada sebelumnya terasa merepotkan. Karena, untuk penanganan lanjut pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain.
“Tapi sekarang dengan adanya instalasi bedah sentral yang kita miliki ini, penanganan pasien katarak lanjut untuk operasi sudah dapat ditangani sendiri,” ucapnya dalam peresmian Instalasi Bedah Sentral RSUD Tanjung Priok, Jumat (24/8/2018).
Menurut Toni, dengan SDM yang juga telah memadai, penanganan bedah pun tidak sebatas pada pasien katarak, namun tindakan besar lainnya seperti operasi cesar pada ibu melahirkan. “Untuk pasien katarak sendiri yang kita operasi sejak November 2017, ada sebanyak 163 orang,” ungkapnya.
Walikota Jakarta Utara, Syamsuddin Lologau, mengatakan adanya fasiltas kesehatan tersebut agar dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkannya. “Dan warga pun tidak perlu lagi dirujuk atau pergi ke rumah sakit besar untuk operasi,” ucapnya saat meresmikan fasilitas kesehatan tersebut. (deny)