Tuesday, 25 September 2018

Bamsoet Minta BNN dan Polri Tutup Jalur Penyelundupan Narkoba

Minggu, 26 Agustus 2018 — 10:09 WIB
Bambang Soesatyo .(rizal)

Bambang Soesatyo .(rizal)

JAKARTA – Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri terus memetakan berbagai daerah rawan penyelundupan yang menjadi pintu masuknya narkoba.

Mantan ketua Komisi Hukum DPR itu mengatakan, jalur-jalur tikus bagi masuknya narkoba dari luar negeri harus ditutup.

“Kepolisian RI dan Badan Narkotika Nasional harus bekerja sama memetakan jalur-jalur masuknya narkotika ke Indonesia baik melalui darat maupun laut. Jalur untuk masuk narkoba harus diputus  dengan menempatkan penjagaan dan pemeriksaan yang ketat terhadap setiap orang yang melewatinya,” ujar Bambang melalui layanan pesan singkat, Sabtu (25/8/2018).

Pernyataan Bamsoet -panggilan akrabnya- untuk merespons kasus penyelundupan narkoba yang melibatkan anggota DPRD Langkat, Sumatera Utara berinisial IH alias Hongkong belum lama ini.

Wakil rakyat di daerah yang berhadapan dengan Selat Malaka itu terlibat dalam penyelundupan 105 kilogram sabu-sabu dan 30 ribu butir ekstasi.

Bamsoet menuturkan, keberhasilan BNN mengungkap penyelundupan narkoba yang melibatkan oknum DPRD itu patut diapresiasi. Legislator Golkar itu menambahkan, DPR  mendukung program pemerintah dalam memerangi narkotika.

“Keterlibatan salah satu anggota DPRD Langkat itu merupakan perbuatan pribadi dan tidak melibatkan institusi. DPR meminta Kepolisian RI dan BNN mengusut tuntas dan menemukan dalang di balik kepemilikan sejumlah narkotika tersebut dan menindak tegas para pelakunya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tuturnya.

Menurut Bamsoet, Indonesia sudah masuk kondisi darurat narkoba. Oleh karena itu, baik Polri maupun BNN harus makin waspada terhadap beragam modus penyelundupan narkoba dan berbagai jenis baru barang haram itu.

“Mendorong kepolisian bersama BNN untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pengawasan terhadap beredarnya narkotika, termasuk mengantisipasi masuknya narkoba jenis baru ke Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, salah satu elemen penting dalam perang melawan narkoba adalah masyarakat. “Mengimbau seluruh masyarakat untuk bersatu dalam memerangi narkotika,” katanya.(rizal/tri)