Wednesday, 19 September 2018

Dilacak dari Nomor HP-nya Ternyata Suami Punya WIL

Minggu, 26 Agustus 2018 — 6:44 WIB
pamitnya

DALAM usia pensiunan, Wandoyo, 60, merasa kesepian. Daripada jenuh di rumah karena pelayanan itu-itu saja, ya sudah pelihara WIL saja. Awalnya istri tak curiga akan skandal suaminya. Tapi begitu dilacak lewat nomer HP-nya, ternyata ada perempuan yang jadi WIL suami. Aryani, 56, langsung minta cerai.

Banyak orang merasa jenuh menjalani masa pensiun. Biasanya sibuk kerja di kantor dengan aneka tantangan, kini harus duduk manis di rumah. Mau terjun ke politik, tak punya modal. Mau nyawapres, usianya masih belum nyampai. Sebab Cawapres ideal itu sekarang usia 75 tahun. Jika setan terus membuntuti, akhirnya banyak yang mencari kesibukan yang salah. Bukan banyak ibadah cari pahala, eh ….malah sibuk berburu paha!

Wandoyo warga Surabaya, sudah jalan dua tahun ini menjalani masa pensiun. Rasanya jenuh banget di rumah. Mau olahraga, paling-paling jalan pagi. Mau baca-baca buku atau koran, Wandoyo tak hobi. Apa mau ngeloni bini terus? Ya jenuhlah, masak tiap hari ketemu sayur lodeh melulu. Sayur lodeh memang enak, tapi jika pagi siang dan malam menunya sayur lodeh terus, ya bosan lah.

Setan yang lagi nganggur karena tak ada yang mengajaknya jadi timses, melihat Wandoyo jadi iseng banget. Ingin mengajaknya ke jalan sesat, sesuai disiplin ilmunya. Maka ketimbang bengong kayak ayam kemakan karet, sebaiknya Wandoyo mengisi waktu dengan memelihara WIL. Meski hanya menikmati tanpa memiliki, rasa sensasinya luar biasa. “Sampeyan dulu pernah nyolong mangga? Rasanya lebih enak ketimbang yang beli di pasar kan?” kata bapak setan memberi petunjuk.

Wandoyo manggut-manggut membenarkan. Gara-gara disemangati setan, dia jadi merasa masih rosa-rosa macam Mbah Marijan. Kebetulan ada janda kenalan lama, yang di masa muda dulu pernah ditaksirnya. Dikontaklah perempuan itu, eh…..ternyata Yayuk, 45, masih kosong. Ya sudah, dia mulai mendekati. Dasar milik, cinta lamanya kali ini bisa nyambung, sinyalnya full.

Dari tilpun-tilpunan halo say, lama-lama mau juga Yayuk disayang-sayang di atas ranjang. Bener kata setan, sensasinya luar biasa. Bila yang di rumah disenggol sudah tak ada setromnya, Ny. Yayuk ini masif full 220 volt, bikin ser-serrrran. Ingin sebetulnya Wandoyo menikahi meski hanya siri, tapi Yayuk ogah. Sebab ingin bebas merdeka, tak terikat sama seseorang. “Kecuali disiapkan rumah di Darmo Permai,” kata Yayuk jual mahal.

Pensiunan golongan III harus beli rumah di Darmo Permai, duit dari mana? Uang pensiunan hanya sekitar Rp 2 jutaan, bisa sampai ke mana? Maka ya sudah, Wandoyo tak bisa mengakuisisi Yayuk sampai 100 persen, paling-paling 60 persen, itu masih lumayan ketimbang saham Freeport.

Demikianlah Wandoyo – Yayuk terus setia dalam program “Selingan Indah Keluarga Utuh”. Celakanya, lama-lama istri di rumah jadi curiga, karena kini pelayanan di ranjang tidak purna lagi, bahkan semakin jarang. Bahkan kadang sebulan lebih Ny. Aryani sebulan lebih tak disentuh, dianggap monumen saja layaknya.

Berdasarkan kecurigaan tersebut, diam-diam Aryani memantau HP suaminya. Di daftar nomer telepon, semua lelaki. Ditelepon satu persatu, jawaban dari sana memang seorang lelaki. Tapi pada akhirnya nemu juga, dalam daftar lelaki tapi ditelepon ternyata suara perempuan, yang ternyata Ny. Yayuk.

Gara-gara itu, suami yang selalu pamitan mancing bersama teman-teman, dibuntuti. Ternyata bukan mancing ke kolam, melainkan mancing di sebuah rumah milik janda Yayuk. Aryani tak butuh menunggu sampai ada pertandingan, karena ini memang bukan Asian Games. Setibanya di rumah langsung saja dia mengajukan gugatan cerai.

Pamitnya mancing, umpannya kok uang segepok. (JPNN/Gunarso TS)