Wednesday, 12 December 2018

Gatot Nurmantyo Diperebutkan

Minggu, 26 Agustus 2018 — 7:40 WIB
Jenderal (purn) TNI Gatot Nurmantyo

Jenderal (purn) TNI Gatot Nurmantyo

JAKARTA – Meski tak jadi capres maupun cawapres, ternyata mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih ditaksir untuk bisa menjadi tim sukses (timses) dalam Pilpres 2019.
Kedua kubu, Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf menyebut sedang melakukan penjajakan komunikasi dengan Gatot untuk masuk ke timses kedua kubu tersebut.

Hal itu diakui, anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade, mengakui pihaknya masih tertarik menggaet Gatot untuk masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi. “Harapannya kalau Pak Gatot bergabung dengan kita tentu, kekuatan kita makin bertambah,” kata Andre ketika dikonfirmasi di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, kita menyerahkan Sandi dan pimpinan partai politik (parpol) pendukung yang akan melobi Gatot.

Mengenai relawan Gatot yang menyatakan dukungan kepada Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, ia menjelaskan itu hanya bagian dari dinamika biasa, karena Gatot sendiri masih belum menyatakan dukungan kepada pasangan capres-cawapres mana pun.

DUKUNGAN

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo dikabarkan masuk tim sukses pemenangan pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Moeldoko mengaku dukungan yang akan diberikan Gatot ke Jokowi-Ma’ruf Amin itu merupakan hal yang positif. Namun dia mengaku belum mendapat pernyataan resmi dari pihak Gatot.

Moeldoko juga mengaku tidak tahu apakah ada ‘lobi-lobi’ masuknya Gatot ke kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Sejauh ini, belum ada komunikasi terkait hal itu dengan dirinya. “Ya nggak tahu melalui saluran mana ya,” katanya.

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai Gatot menjadi perebutan dua kubu capres merupakan penghargaan bagi Gatot sendiri. “Saya menilai Gatot sendiri lebih condong kepada kubu Prabowo daripada Jokowi,” terang pria yang akrab disapa Uchok ini.

Menurut dia, siapapun kubu yang bisa menggaet Gatot itu sangat menguntungkan sekali karena Gatot itu memiliki kekuatan politik. “Kekuatan politik ini yang bisa mendukung pendulangan suara untuk pasangan capres – cawapres di Pilpres 2019,” terang Uchok. (rizal/jo/ird)