Saturday, 22 September 2018

Gagal di Asian Games, Zohri Bidik Olimpiade 2020

Senin, 27 Agustus 2018 — 6:33 WIB
Lalu Muhammad Zohri, sprinter muda Indoensia. (ikbal)

Lalu Muhammad Zohri, sprinter muda Indoensia. (ikbal)

JAKARTA – Pelari Indonesia, lalu Muhammad Zohri, menjadikan kegagalan di Asian Games 2018 sebagai bahan pembelajaran bagi dirinya. Pengalaman bertanding dengan para jawara lari 100 meter Asia disebutnya sebuah sesuatu yang sangat berharga baginya.

Zohri menempati urutan tujuh dalam babak final adu cepat di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/8/2018). Dia mencatat waktu 10.20, tertinggal 0.28 detik dari pelari China, Su Bingtian, yang memimpin lomba.

“Tetap memperbaiki yang kurang-kurang dan semangat terus latihannya. Tadi pas di start-block saya kurang ya. Lalu 80 meter terakhir saya tegang sekali,” katanya usai pertandingan.

(Baca: Zohri Gagal Rebut Emas)

Tidak maksimal di Asian Games 2018, pemuda 18 tahun asal Lombok, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu sudah membidik tempat di Olimpiade Tokyo 2020. Zohri bertekat memperbaiki raihan waktu untuk dapat mewujudkan mimpinya.

(Baca: Masuk Final, Zohri Bilang Selow Aja)

“Mimpi saya bisa masuk ke Olimpiade 2020 Tokyo. Ke depan saya akan berusaha memperbaiki waktu dan jadi yang terbaik,” tandasnya. (ikbal/yp)