Tuesday, 25 September 2018

Kisah Sedih Si Anak Tiri

Senin, 27 Agustus 2018 — 6:50 WIB
gatau

TRAGEDI yang menimpa anak tiri masih saja terjadi. Anak tiri sampai meninggal atau sekarat. Dengan sebab musabab yang sagat sepele, hanya karena merengek, rewel, nangis nggak mau diam, anak dihajar habis-habisan.

Ya, anak usia balita memang hanya bisa menangis. Itu adalah salah satu bahasa yang mereka punya, menangis. Sakit, lapar, ingin sesuatu dengan cara menangis. Bagi orang tua yang nggak mengerti apa yang diinginkan atau nggak nyambung, pasti hanya bisa marah?

Lha, kenapa harus marah? Memang nggak bisa lebih sabar lagi, bahwa yang dihadapi adalah anak kecil, bocah yang memang nggak mengerti apa-apa, dan hanya bisa menangis? Memang harus naik pitam, padahal ada jalan lain, untuk bisa mendiamkan anak . Bukan malah digebuki. Ingat lho, anak kecil diapakan saja ya nggak bisa melawan, hanya menangis, suara tangisan ini malah membuat si pelaku semakin marah!

Kisah anak tiri, ibu tiri, bapak tiri memang melegenda. Sejak dulu kala, maka soal anak tiri memang sangat menyentuh. Tengok saja cerita; ’Ratapan anak tiri’ dan lainnya.
Dalam cerita, ya klise memang. Anak tiri selalu jadi sasaran tembak bapak atau ibu tiri.

Dari kisah fiktif dan kisah nyata seperti kasus Ari Anggara yang sangat menghebohkan,karena yang terlibat bukan saja ibu tiri, tapi ayah kandungnya.

Begitulah nasib predikat ’tiri’ yang melekat pada bapak atau ibu. Padahal, ibu atau ayah tiri tidak jahat semua. Banyak keluarga, suami istri yang membawa anak-anak mereka dari perkawinan sebelumnya. Tapi mereka bisa hidup dengan baik, tanpa kasus. Mereka hidup baik-baik, saling kasih sayang.

Mengapa? Ya, karena penganiayaan bisa saja dilakukan siapa saja. Bukan saja oleh bapak dan ibu tiri, tapi juga oleh ibu dan ayah kandung. Jadi, marilah menahan amarah, sabar. Apalagi yang dihadapi adalah anak balita, yang belum mengerti apa-apa. Mereka hanya bisa menangis dan menangis.Belajarlah bagaimana mengerti tentang balita. Jadi jangan hanya bisa ‘menghajar’ saja. Kasihan bocah! –massoes