Thursday, 20 September 2018

Soal Neno Warisman, BIN Mengaku Tetap Netral

Senin, 27 Agustus 2018 — 23:59 WIB
Juru Bicara  BIN Wawan Hari Purwanto

Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto

JAKARTA – Badan Intelejen Nasional (BIN) menepis tudingan tidak netral saat memulangkan Neno Warisman dari Pekanbaru, Riau ke Jakarta, Sabtu (25/8/2018) lalu. Neno datang ke Pekanbaru memenuhi undangan panitia setempat yang akan melakukan deklarasi #2019gantipresiden.

“Rencana kehadiran Neno Warisman ke Riau dalam acara #2019GantiPresiden telah menuai pro dan kontra. Sementara pihak Kepolisian Daerah Riau juga tidak memberikan izin atas acara tersebut,” ujar Juru Bicara BIN Wawan Hari Purwanto di Pancoran, Senin (27/8/2018) malam.

Wawan menyebut BIN, yang diwakili oleh Kabinda (Kepala BIN daerah) di Pekanbaru, Marsma TNI Rakhman Haryadi, bertugas memastikan aturan tersebut terlaksana. Apalagi, imbuhnya, ada aksi penolakan dari pihak lain terkait deklarasi yang akan dilakukan.

“Ketika ada pengajuan izin bahwa Neno Warisman mau berkunjung dan memberikan orasi dalam acara tersebut dan ternyata tidak mendapatkan izin, maka Binda dan aparat keamanan setempat wajib menjaga tegaknya wibawa aturan tersebut, Neno Warisman tetap tidak diperkenankan untuk menghadiri acara tersebut,” imbuhnya.

Langkah yang diambil Kabinda Riau, menurut Wawan, diperlukan agar tidak terjadi kericuhan karena adanya penolakan terhadap Neno. Sebab, di provinsi bahwa Kominda (Komite Intelijen Daerah) yang memiliki tugas harus berada di garis depan guna mengambil langkah preventif untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hal ini adalah langkah antisipasi agar tidak terjadi bentrokan dengan masyarakat yang menolak kehadiran Neno,” imbuh Wawan.

Imbauan meminta Neno meninggalkan Pekanbaru disebut sebagai jalan terbaik. Dari hasil analisis BIN, kata Wawan, hal tersebut agar tidak timbul korban apabila Neno tetap melanjutkan deklarasi #2019GantiPresiden.

“Imbauan untuk kembali ke Jakarta terhadap Neno Warisman adalah jalan terbaik dari pada terjadi bentrokan dan menghindari jatuhnya korban dan tentu akan muncul masalah baru atas legalitas acara tersebut. Kami juga imbau pilihlah kata-kata soft dan adu program untuk pilpres nanti,” urainya. (Adji/b)