Friday, 20 September 2019

Warga Kekurangan Air Bersih Akibat Asian Games Dibantah PAM Jaya

Senin, 27 Agustus 2018 — 18:56 WIB
Kran-air-macet-300x258

JAKARTA – Kekurangan air bersih di sejumlah wilayah ditengarai DPRD DKI akibat tekanan air berlebihan untuk mensuplai air bersih 51 titik venue Asian Games. Akibatnya, tekanan air untuk warga melemah, bahkan hanya mengalir untuk waktu tertentu.

DPRD DKI Jakarta, meminta PDAM Jaya mengurangi tenakanan air untuk puluhan titik venue tersebut. “Harus diatur secara seimbang agar warga juga menikmati air bersih. Kalau ini penyebabnya maka PAM harus sehera mensuplai air bersih untuk masyarakat, “kata H. Prasetio Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta, Senin (27/8).

Hal tersebut disampaikan Prasetio menanggapi kelangkaan air bersih untuk warga di sejumlah wilayah di Jakarta Barat seperti di Kebon Jeruk dan Tambora.

Priyatno Bambang Hernowo, Dirut PAM Jaya, mengakui adanya masalah kelangkaan air. Tapi penyebabnya bukan masalah suplai air ke venue Asian Games. “Suplai air aman, “katanya.

Beberapa saat diakui adanya penurunan produksi sampai 50 persen di IPA atau instalasi air Cilandak yang berada di wilayah Palyja karena air baku yang diambil dari Kali Krukut tercemar amoniak dengan tingkat cukup tinggi maka produksi dipangkas 50 persen.
Yakni dari produksi 400 lps menjadi 150-200 lps.

“Namun demikian dapat diatasi dengan bantuan lintas operator di wilayah timur yakni Aetra.

Dijelaskan bahwa sebagian air baku Jakarta berasal dari Waduk Juanda yang dikelola PJT II
“Sampai saat ini pasokan dari PJT II masih aman. Artinya suplai air relatif aman pas musim kemarau saat ini.

“PAM daya bersama Palyja dan Aetra juga menyiagakan mobil tangki air bagi warga yang kekurangan. Kita pastikan akan pasok, ” kata Prayitno. (john/b)