Saturday, 22 September 2018

Hakim yang Memvonis Meiliana Itu Kena OTT KPK

Selasa, 28 Agustus 2018 — 19:29 WIB
Meilina yang divonis karena mengeluhkan suara azan di masjid (foto bbc)

Meilina yang divonis karena mengeluhkan suara azan di masjid (foto bbc)

MEDAN – Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Sumanggar Siagian mengatakan delapan orang yang tertangkap tangan oleh KPK di Pengadilan Negeri Medan dan seorang pengusaha Tamin Sukardi diperiksa di kantor Kejatisu Jalan AH Nasution, Medan.

“Kejatisu dan KPK berkordinasi untuk meminjamkan tempat. Sembilan orang diperiksa di Kejatisu,” kata Siagian, Selasa (28/8/2018).

Mereka terdiri atas 4 hakim, 2 panitera, 2 orang pihak swasta, dan pengusaha Tamin Sukardi. Empat hakim yang diamankan adalah Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan, Wakil Ketua PN Medan Wahyu Prasetyo Wibowo, Sontan Merauke, dan hakim ad hoc Merry Purba.

Hakim Wahyu merupakan pengadil yang memvonis Meiliana dalam kasus protes volume azan. Dalam OTT, KPK menyita uang dolar Singapura sebagai barang bukti.

(Baca juga: Meiliana Mengajukan Banding)

Setelah menjalani pemeriksaan, Ketua Pengadilan Negeri Medan, Marsuddin Nainggolan meninggalkan gedung Kejati Sumatera Utara dengan pengawalan petugas Kejati Sumatera Utara dan KPK. Petugas juga membawa kardus yang diduga berisi uang dollar singapura.

Sedangkan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Medan, Wahyu Prasetyo Wibowo, Hakim Sontan Merauke dan Merry Purba Hakim Adhoc Tipikor serta dua panitera Oloan Sirait dan Elfandi masih diperiksa di Kejatisu.

(Baca: Hakim yang Terjaring OTT di Medan Sedang Tangani Kasus Korupsi)

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari Kejatisu maupun KPK, Namun, informasi menyebutkan Ketua Pengadilan Negeri Medan Marsudin Nainggolan dibawa petugas KPK ke Jakarta. (samosir/b)