Thursday, 20 September 2018

‘Konser’ Suap Proyek PLTU Bikin Politisi Panas Dingin

Selasa, 28 Agustus 2018 — 7:20 WIB
nyanyi

KASUS dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang tengah ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya bakal makin melebar, menyeret-nyeret sejumlah politisi dan anggota DPR RI lainnya selain Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham.

Soalnya, dua tersangka yang sudah ditahan KPK tentu tak mau cuma mereka yang merasakan tidur di balik jeruji besi, sementara tokoh lainnya yang ikut kecipratan duit suap bisa tidur lelap di kamar ber-AC di rumah sendiri dan bisa jalan-jalan ke mal. ‘Enak aja’, mungkin itu yang mereka ucapkan.

Eni tersandung kasus dugaan suap Rp4,8 miliar pada proyek PLTU Riau-1. Maka, dengan terpaksa politisi Golkar ini harus meninggalkan kehidupan berkecukupan yang dinikmatinya, dan turun dari kursi Wakil Ketua Komisi VII DPR RI. Eni pun tak mau ‘pasang badan’ melindungi rekan sejawat yang diduga menikmati fulus miliaran rupiah.

Maka, Eni pun buka mulut dan mengakui ada dana Rp2 miliar mengalir ke Munaslub Golkar dari Johannes B Kotjo, pengusaha yang juga sudah jadi tersangka. Nyanyian Eni ini bagai ‘konser’ yang bakal menyeret sederet ‘bintang’ yang dipaksa tampil dan terancam jadi tersangka.

Tokoh pertama yang terseret, adalah Idrus Marham, politisi senior Golkar. Ketika Eni ditangkap, Idrus buru-buru membantah dugaan keterlibatan dia. Tapi KPK tentu punya sederet bukti, dan Idrus pun menyul Eni jadi tersangka. Sempat 7 bulan merasakan empuknya kursi Menteri Sosial, Idrus dengan ksatria akhirnya memilih mundur. Dia disangka ‘kecipratan’ duit 1,5 juta dolar AS bersama Eni.

Nah, nyanyian Eni belum berakhir, dan menyebut ada duit Rp2 miliar ke Munaslub Golkar. Omongan Eni jelas membuat politisi di partai berlambang Beringin kini ‘panas dingin’. Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto dengan lugas buru-buru membantah.

Publik tentu masih ingat, ketika M Nazarudin, mantan Bendahara Partai Demokrat, tak berhenti bernyanyi menyebut siapa saja yang ditudingnya menerima suap proyek pembangunan komplek olahraga di Hambalang.

Perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1 ibarat konser yang belum selesai. Belum semua ‘bintang’ tampil. Publik masih menunggu gebrakan KPK selanjutnya. Jeng Adri