Saturday, 17 November 2018

Menggantikan Sandiaga Uno

Mayoritas Anggota DPRD DKI Bakal Tolak Mardani jadi Wagub DKI

Selasa, 28 Agustus 2018 — 21:34 WIB
Sekjen PKS Mardani Ali Sera yang disebut-sebut bakal gantikan Sandi

Sekjen PKS Mardani Ali Sera yang disebut-sebut bakal gantikan Sandi

JAKARTA – DPRD DKI Jakarta siap mengelar Sidang Paripurna memilih Wakil Gubernur pengganti Sandia Uno yang mundur karena jadi Calon Wakil Presiden untuk Prabowo.

Namun dewan hingga Selasa masih menunggu usulan partai pengusung. “DPRD masih menunggu daftar nama calon pengganti wagub yang akan disodorkan Gerindra dan PKS,” kata Ketua DPRD DKI Jakarta H. Prasetio Edi Marsudi,Selasa (28/8).

Hal terpenting, kata Prasetio, adalah wagub pendamping Gubernur Anies Baswedan kelak dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di Jakarta.

“Semua bidang di Jakartalah, permasalahan Jakartakan bukan seperti masalahan di Bogor, Jakarta itu besar sekali. Apalagi ini Ibukota Negara, kota metropolitan. Itu yang penting,”katanya.

Diketahui, sejauh ini ada beberapa nama kader PKS sebagai kandidat wakil gubernur. Yakni, Mardani Ali Sera, Ahmad Heryawan, Ahmad Syaikhu, dan Triwisaksana sendiri. Begitupula dengan Partai Gerindra. Nama M.Taufik saat ini Wakil Ketua DPRD juga disebut-sebut sebagai calon pengganti Sandiago Uno.

Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Yuke Yurike menilai, Ahmad Heryawan (Aher) punya pengalaman untuk menjadi Wakil Gubernur DKI menggantikan Sandiaga Uno. Sebab, Aher berpengalaman baik di bidang eksekutif maupun legislatif.

“Kalau Aher kan pengalaman di eksekutif dan legislatif, saya rasa kemampuannya sih rada mumpuni,” kata Yuke .

Sementara itu, anggota Fraksi Hanura DPRD DKI Muhammad Guntur mengungkapkan bahwa mayoritas Fraksi DPRD DKI menolak nama Mardani Ali Sera untuk menggantikan posisi Wakil Gubernur DKI.

Guntur mengaku, bahwa lintas Fraksi di Kebon Sirih telah berembuk menanggapi dua nama kader PKS Mardani Ali Sera yang santer bakal diajukan DPP PKS ke Partai Gerindra.

“Mayoritas Fraksi di DPRD DKI menolak Mardani Ali Sera. Kami sudah berkomunikasi dengan lintas Fraksi. Teman-teman menolak keras, karena merasa Mardani tidak pantas. Mardani dianggap terlalu kasar,” kata Guntur.

Sementara itu, M.Syarif, anggota Fraksi Gerindra, mengatakan bahwa partainya masih menunggu Kepres Presiden Jokowi.”Setelah ada Kepres pemberhentian Pak Sandi baru diajukan ke DPRD,”jelasnya.(john/b)