Monday, 19 November 2018

Syuting Wiro Sableng, Ruth Marini Makin Cinta Silat

Selasa, 28 Agustus 2018 — 11:09 WIB
Ruth Marini. (instagram)

Ruth Marini. (instagram)

JAKARTA – Artis pendatang baru asal Lampung, Ruth Marini kini merasa lebih pede bila bepergian kemana-mana. Pasalnya, selama proses syuting film laga klasik Wiro Sableng, dia banyak belajar dan mendapat ilmu beladiri silat, langsung dari pesilat populer Yayan Ruhian.

Gerakan beladiri yang diarahkan sang instruktur fighting yang juga bermain di film arahan kreator Angga Dwimas Sasongko itu, benar-benar dihayati dan dihafalkannya, seolah-olah sedang belajar.

“Aku menempatkan diri sebagai murid saat diarahkan kang Yayan sebelum take adegan fight. Sulit memang, tapi lama-lama aku suka koreografinya, jurus-jurus silat gitu, sekaligus itu teknik beladiri, ” urai Ruth yang sebelumnya menekuni panggung teater dan monolog ini.

Jatuh cinta pada gerakan silat, menambah rasa percaya dirinya melakoni peran Sinto Gendeng, pendekar tua yang menjadi guru Wiro Sableng.

Tantangan lanjutan adalah memasukkan karakter dan body language menjadi seorang nenek-nenek. Paling tidak untuk make up menjadi nenek-nenek, Ruth memerlukan waktu sekitar 8 jam.

“Karena karakter fisik Sinto Gendeng adalah perempuan tua, maka aku harus berjalan, bersuara dan bergerak seperti layaknya perempuan tua, padahal aku masih muda lho,  he he, ” beber Ruth tertawa.

Dari tidak punya latar belakang beladiri, kini Ruth punya senjata gerakan silat yang didapatnya dari Yayan Ruhian. “Lebih pede aja,  dan paling penting latihan silat bikin aku lebih fress, enerjik dan berat badan jadi stabil,” terang Ruth yang pernah menyabet gelar Best Actress Monologue Indonesia ini.(ali/tri)