Tuesday, 18 September 2018

Bijak Gunakan Medsos

Rabu, 29 Agustus 2018 — 4:55 WIB

TIDAK sedikit akibat saling sindir dan saling kritik di media sosial ( medsos) berujung di pengadilan. Tak jarang juga akibat cuitan di medsos yang berisi ujaran kebencian, dinilai memecah belah bangsa berakhir ke penjara.

Kasus yang baru terjadi menimpa pelajar SMK di Bekasi. Akibat saling ejek di medsos WhatsApp diakhiri dengan aksi tawuran antaroknum pelajar yang menewaskan 1 orang, dua lainnya luka – luka. Aksi ini pun sempat viral di video.

Beruntung polisi segera bertindak cepat mengamankan para tersangka pelaku tawuran yang merenggut korban jiwa.

Kasus sebenarnya berawal dari persoalan sepele adanya saling ejek antara kelompok pelajar sekolah yang satu dengan pelajar lainnya melalui WhatsApp Messenger. Tidak puas saling ejek di medsos, disepakati mengadakan pertemuan untuk adu kekuatan di lapangan.

Salaing ejek di antara pelajar yang berakhir dengan tawuran sebenarnya bukan kali ini terjadi. Dari sejumlah kasus tawuran pelajar bermula dari adanya ketersinggungan baik kata – kata atau tingkah laku antarpelajar ketika bertemu atau bersinggungan di jalan usai pulang sekolah.

Bedanya, kali ini saling ejek diunggah melalui medsos. Begitu juga jadwal tawuran dirancang di media sosial ini.

Satu pelajaran yang perlu dipetik dari kasus ini adalah media sosial sudah dijadikan sarana untuk mengatur jadwal adu kekuatan secara fisik. Apalagi jika sampai kemudian adu kekuatan fisik divideokan dan diviralkan.

Kita tentu tidak bisa membatasi terbukanya ruang komunikasi tanpa batas seperti sekarang ini. Hanya saja kita, sebagai orangtua, tentu sangat prihatin melihat sisi negatifnya.
Pengendalian diri memang terketak dari para pengguna medsos itu sendiri, termasuk kalangan pelajar. Orangtua tidak bisa mendeteksi apa yang terjadi, apalagi membatasi karena terdapat sekat komunikasi yang disebut privacy dari masing – masing pengguna gadget.

Di satu sisi sangat terbuka ruang komunikasi, tetapi di pihak lain terdapat sekat komunikasi dalam berinteraksi meski berada dalam satu keluarga dan satu rumah.

Dalam konteks inilah, mengendalian diri untuk tidak serta merta terpancing emosi, menghindari komentar yang berlebihan terletak ppada masing – masing pribadi pengguna medsos.
Intinya masing – masing pribadi perlu bersikap bijak dan santun dalam menggunakan medsos. Mampu menempatkan diri untuk tidak mengumbar komentar, sekiranya tidak berkepentigan. Tidak tahu asal muasal dan sumbernya. (*).