Saturday, 17 November 2018

Diolok-olok Karena Mengaku Gay, Bocah Bunuh Diri

Rabu, 29 Agustus 2018 — 15:59 WIB
Jamel Myles mengakhiri hidupnya setelah mengalami perisakan karena ia gay

Jamel Myles mengakhiri hidupnya setelah mengalami perisakan karena ia gay

AMERIKA – Seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun mengakhiri hidupnya setelah mengalami perisakan di sekolahnya di Denver, Colorado, setelah ia mengaku gay.

Bocah itu, Jamel Myles, belum lama ini mengungkapkan kepada ibunya, Leia Pierce, bahwa ia gay, lapor KDVR-TV.

Menurut Leia Pierce kepada KDVR-TV, Jamel mengatakan ingin memberi tahu teman-teman sekelasnya di sekolah karena ia “bangga” menjadi gay.

Pihak sekolah, Denver Public Schools (DPS) mengatakan mereka telah menyediakan tenaga konseling untuk menangani siswa di SD tempat Jamel bersekolah.

Akhir pekan lalu, pihak sekolah telah mengirim surat kepada orang tua bahwa mereka menyiapkan layanan konseling tambahan untuk pelajar.

Surat itu mengatakan kematian Jamel “adalah kehilangan yang tak terduga bagi komunitas sekolah kami” dan menganjurkan orang tua untuk mengenali gejala stres ketika memperhatikan anak-anak mereka.

“Tujuan kami adalah menjadi mitra Anda untuk berbagi kabar ini kepada anak-anak Anda dengan cara yang paling tepat, dengan dukungan sebanyak yang diperlukan. Jadi jangan ragu untuk menghubungi kami tentang bagaimana Anda ingin menangani hal ini.”

Juru bicara DPS Will Jones, mengatakan kepada BBC bahwa guru di sekolah itu “membuka ruang bagi siswa untuk berbagi bagaimana perasaan mereka dan untuk memproses emosi mereka”.

Guru-guru kelas empat dan lima juga akan memanggil para wali murid secara perorangan untuk memeriksa keadaan siswa-siswa.

“Prioritas kami sekarang ini adalah mengkaji semua kekhawatiran menyangkut kasus ini, untuk menjaga agar semua murid kami aman serta mengkaji seluruh fakta atas kematian yang tragis ini dengan adil,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email.

Kepolisian Denver masih menyelidiki kematian bocah yang sejauh ini dianggap sebagai tindakan bunuh diri.

Jasad Jamel ditemukan di rumahnya pada hari Kamis (23/8), kata Pierce kepada media setempat.

Ia mulai masuk kelas empat di Sekolah Dasar Joe Shoemaker pada hari Senin, katanya.

“Putra saya memberi tahu putri sulung saya bahwa anak-anak di sekolahnya menyuruhnya untuk bunuh diri,” kata Pierce.

“Saya sedih ia tidak menemui saya. Saya sangat terguncang karena ia pikir itu hal yang dilakukannya.”

Sang ibu menuturkan bahwa saat putranya mengatakan dirinya gay, ia tampak “sangat ketakutan”, namun ia meyakinkan putranya bahwa ia tetap menyayanginya.

Leia Pierce mengatakan, ia berharap kematian putranya dapat meningkatkan kesadaran akan berbagai dampak dari perisakan.(BBC)