Friday, 16 November 2018

Peluk Jokowi dan Prabowo dalam Balutan Merah Putih, Pesilat : Saya Lakukan Spontan

Rabu, 29 Agustus 2018 — 18:45 WIB
Pesilat Yudayani Kusumah Hanifah mendapat pelukan dari Presiden Jokowi dan Prabowo (yendhi)

Pesilat Yudayani Kusumah Hanifah mendapat pelukan dari Presiden Jokowi dan Prabowo (yendhi)

JAKARTA – Aksi menyatukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Calon Presiden Prabowo Subianto dalam balutan Bendera Merah Putih dilakukan oleh pesilat Yudayani Kusumah Hanifan usai merebut medali emas.

Menurut Hanifan, tindakan itu dilakukan secara spontan untuk membuktikan bahwa antara Jokowi dan Prabowo tidak saling bertikai meski bertarung dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Pria 20 tahun itu mengatakan, Jokowi dan Prabowo terlihat berselisih karena ulah oknum yang tidak senang terhadap keduanya melalui dan diungkapkan melalui media sosial (medsos).

“Itu spontan tanpa mikir lain-lain. Biar tahu masyarakat Indonesia bahwa Jokowi dan Prabowo tidak ada apa-apa, karena hanya segelintir orang aja yang sirik terhadap mereka atas kesuksesan mereka,” kata Hanifan di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (29/8/2018).

Melalui olahraga pencak silat, Hanifan akan membuktikan bahwa Indonesia dalam keadaan yang baik meski berbeda pendapat.

(Baca juga: Pesilat Ini Peluk Jokowi dan Prabowo dalam Balutan Merah Putih)

“Saya sebagai insan pesilat Indonesia, bahwa kita harus menjaga hati kita sama-sama. Kita satu nusa satu bangsa masa mau terpecah hanya gara-gara hal yang tidak penting lah,” ucap dia.

“Kebetulan dengan pencak silat asli Indonesia saya akan mempereratkan itu. Bahwa Indonesia adalah negara aman, tentram dan damai,” imbuhnya.

Ketika melakukan selebrasi dengan memeluk Jokowi dan Prabowo dalam balutan Bendera Merah Putih tidak banyak yang disampaikan oleh Jokowi dan Prabowo. “Hanya ucapan Selamat Alhamdililah, singkat aja selamat atas kemenangannya,” kata Hanifan. (Yendhi/b)