Monday, 12 November 2018

Reskrim Polda Metro akan Kawal Kasus Dugaan Korupsi Nur Mahmudi

Rabu, 29 Agustus 2018 — 19:51 WIB
Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail saat pemeriksaan dugaan mark up proyek pelebaran Jalan Raya Nangka, usai diperiksa di Polres Depok. (anton)

Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail saat pemeriksaan dugaan mark up proyek pelebaran Jalan Raya Nangka, usai diperiksa di Polres Depok. (anton)

DEPOK – Penuntasan kasus korupsi pembebasan lahan  pelebaran Jalan  Raya Nangka, Kelurahan Sukamaju Baru,  Tapos, dengan penetapan tersangka mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekda Harry Prianto bakal dikawal jajaran Reskrim Polda Metro Jaya.

“Penetapan tersangka mantan walikota Depok oleh jajaran tim tipikor Polres Depok jelas sangat diapreasi dan siap dikawal hingga tuntas pemeriksaan atau penyidikannya,”  kata Kepala Reskrim Polda Metro Jaya Kombes Pol. Adi Deriyan,  Rabu (29/8).

Pastinya akan ada (koordinasi dengan Polres Depok). Saya pembina teknisnya saya akan support Depok untuk menyelesaikan kasusnya. Saya sebagai pembina teknis pasti bantu, ujarnya yang menambahkan walaupun dikawal kasus penyidikan korupsi tapi jajarannya tetap mempercayakan penangganan secara tuntas ke Polres Depok.

Karena bagi dia, Polres Depok memiliki tim penyidik yang juga berkompeten dan bertanggungjawab atas tugas mereka.

“Depok jago dalam penangganan kasus.  Depok Polda sama saja, yang punya data Depok, Depok mengawali penanganan kasus, dia tahu dan dia sudah menjelaskan kepada kita. Kita lihat penjelasan Depok, luar biasa kontruksinya bagus, maka kita support Depok,” ucapnya.

Mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan mantan Sekda Harry Prianti telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Jalan Nangka, Tapos, Depok, Jawa Barat. Penetapan status tersangka ini sudah dilakukan sejak 20 Agustus 2018 lalu. (anton/win)