Saturday, 22 September 2018

‘Wakil Tuhan’ Kena ‘Gep’ KPK (Lagi)

Rabu, 29 Agustus 2018 — 7:30 WIB
ketok

LAGI lagi hakim kena OTT (operasi tangkap tangan) oleh aparat KPK. Jabatan mulia yang sering disebut ‘Wakil Tuhan di dunia’ itu ketahuan menerima “kardus” isi dolar Singapura. Dialah Wahyu Prasetyo Wibowo, hakim sekaligus Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara. Dia ditangkap bersama tujuh orang lainnya.

Wahyu Prasetyo Wibowo, diketahui kemudian, dari delapan orang yang ditangkap, salahsatunya merupakan ketua majelis hakim yang memvonis Meliana yang mengeluhkan suara adzan. Meliana divonis 18 bulan bui. “Iya benar, saya dapat informasi hakim di sana. Iya (WPW yang ditangkap), sementara demikian,” kata Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi, ketika dikonfirmasi.

Wahyu Prasetyo Wibowo ditangkap KPK tidak terkait vonis keluhan suara adzan, melainkan berkaitan dengan perkara korupsi yang diadili di Pengadilan Tipikor Medan. Ada uang dalam pecahan dolar Singapura yang turut disita, kata Basari Panjaitan, Wakil Ketua KPK.

Penangkapan tersebut otomatis menambah panjang deretan hakim yang pernah ditangkap oleh KPK dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya hakim tak dikenal sebelumnya di daerah pedalaman, hingga Hakim Agung Patrialis Akbar di tahun 2017 terkait dengan penyusunan UU di Jakarta. Yang paling menghebohkan tentulah Akil Mochtar, Hakim Ketua Mahkamah Konsistusi RI periode 2013, terkait kasus penyuapan sengketa Pilkada.

Sudah banyak disampaikan bahwa penegakkan hukum merupakan salahsatu petunjuk kemajuan suatu bangsa. Penegak hukum yang korup merupakan bukti rusaknya satu negara.

Siapa pun yang berurusan dengan hukum selama ini “tidak aman”, karena jumlah uang lah yang menentukan. Yang punya uang juga sebenarnya “tidak aman” karena seharusnya mendapatkan keadilan dengan gratis. Tidak harus menyogok.

Reformasi memang sudah 20 tahun bergulir, tapi penegakkan hukum seperti tegak di tempat. Isu lama berulang– hukum jadi dagangan. Tempat adu kuat mereka yang berduit. Apalagi dengan dua pihak bersangketa yang sama sama berduit. Tinggal pilih saja. Vonis memenangkan siapa pun hakim bakal dapat untung.

Warga yang terdzalimi oleh “Hakim Kardus” akhirnya mendapat keadilannya. Di dunia maya dikenal istilah “karma gak pake lama”. Setelah menjatuhkan vonis kontroversial, Hakim itu pun kena pembalasan dari pengadilan yang lain.

Kini keluarga besarnya dan orang orang sekampungnya pun tahu. Entah bagaimana reaksi mereka. – dimas