Friday, 16 November 2018

Fakta ‘Wow ‘di Balik Medali Emas Indonesia di Asian Games 2018

Kamis, 30 Agustus 2018 — 14:26 WIB
Chistopher Rungkat-Aldila Sutjiadi. (isntagram asiangames2018)

Chistopher Rungkat-Aldila Sutjiadi. (isntagram asiangames2018)

JAKARTA – Indonesia masih kokoh bertengger di posisi empat klasemen sementara perolehan medali Asian Games 2018. Hingga Kamis (30/8/2018) pukul 12:30, Indonesia berhasil mengumpulkan total 89 medali yang terdiri dari 30 medali emas, 22 medali perak dan 37 medali perunggu. Indonesia hanya kalah dari raksasa Asia; China, Jepang dan Korea Selatan.

Terdapat catatan yang cukup ‘wow’ dari perolehan medali, khususnya medali emas bagi Indonesia, berikut uraiannya:

1. Medali emas terbanyak sepanjang sejarah
Perolehan 30 emas hingga hari ini merupakan rekor tertinggi bagi Indonesia dalam keikutsertaannya dalam Asian Games. Terakhir kali Indonesia mengumpulkan emas terbanyak pada Asian Games 1962. Saat itu, pesta olahraga terbesar se-Asia itu juga digelar di Jakarta. Tuan rumah memperoleh 11 medali emas.

2. Lampaui Target
Prestasi raihan medali emas saat telah melampaui harapan pemerintah Indonesia sebelum gelaran Asian Games. Pada Asian Games 2018, pemerintah membebani kontingen Indonesia dengan capaian 16 medali emas. Nyatanya, kontingen Indonesia mampu menjawab target bahkan melebihi ekspektasi pemerintah Indonesia dengan 30 medali emas.

3. Akhiri kutukan
Satu medali emas yang didapatkan dari cabang olahraga tenis telah menghapus kutukan selama 16 tahun. Terakhir Indonesia meraih medali emas dari cabang tenis pada Asian Games 2002 di Busan, Korea.

Satu-satunya emas cabang olah raga tenis didapatkan dari nomor ganda campuran, Christoper Rungkat dan Aldila Sutjiadi. Khusus di ganda campuran, emas dari kedua petenis itu juga mengakhiri masa ‘tidur’ selama 28 tahun. Pasalnya Indonesia terakhir mendapatkan emas dari tenis ganda campuran pada Asian Games 1990 di Beijing.

Medali emas dari cabang karate nomor kumite 60 Kg putra yang diraih Rifki Ardiansyah Arrosyiid pada Asian Games 2018 juga menyudahi dahaga panjang Indonesia. Terakhir, karateka nomor kumite 60 Kg putra menyumbang medali emas pada Asian Games 1998 silam.

4. Perang saudara di laga final
Di Asian Games 2018, Indonesia berhasil memastikan dua medali emas bahkan sebelum laga final benar-benar digelar. Pasalnya dua laga final yang digelar mempertemukan sesama atlet Indonesia. Di bulutangkis pasangan ganda putra Marcus Gideon/Kevin Sanjaya menghadapi Fajar Alvian/Muhammad Rian.

All Indonesian final juga terjadi saat Aries Susanti Rahayu harus menghadapi rekan senegaranya Puji Lestari. Duel ini terjadi pada laga puncak panjat tebing nomor speed putri. (ikbal/yp)