Thursday, 20 September 2018

Jumpa Teman Kuliah, Dosen Sama Dosen Mendesah

Kamis, 30 Agustus 2018 — 7:28 WIB
gasapa

INILAH jika CLBK terjadi antara sesama teman kuliah. Subekti, 30, yang ketemu Indri, 28, teman kuliahnya dulu setelah sama-sama jadi dosen, kembali membangun cinta lamanya. Tapi sial beberapa bulan setelah CLBK, aksi mesum Indri ketahuan suaminya. Kini dosen Subekti jadi urusan polisi Semarang.

Sesama teman kuliah terlibat CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) memang sering terjadi. Tapi sesungguhnya semua itu sekedar untuk menjawab rasa penasaran saja. Kenapa dulu cintanya kok kandas? Maka kini ketika ada peluang dan memungkinkan, program “mbelah duren” yang kandas bisa dilanjutkan. Padahal sebetulnya, rasanya duren montong dan duren jatohan sama saja!

Indri dan Subekti dulu merupakan teman kuliah di PTN Solo. Rupanya mereka pernah terlibat affair sebagaimana lazimnya anak muda. Tapi perjalanan nasib tak berbanding lurus dengan kisah cinta Indri-Subekti. Mereka berpisah untuk menapaki karier masing-masing.

Tapi tahun 2017 Tuhan mempertemukan keduanya di Semarang, menjadi dosen di perguruan tinggi yang sama. Langsung baik Indri maupun Subekti ingat kisah cintanya di kampus dulu, kayak judul film Indonesia tahun 1980-an. Meski keduanya sudah sama-sama keluarga, karena dorongan setan ingin pula mengembangkan CLBK-nya.

Soal beginian setan paling demen jadi sponsor, meski tanpa imbalan proyek ini dan itu. Keduanya pun menindaklanjuti kisah cinta lamanya, dari koalisi ke eksekusi. Pada waktu-waktu tertentu keduanya ke hotel untuk berbagi cinta, mbelah duren jatohan yang lama tertunda.

Baru beberapa bulan jalan, eh Samsul suami Indri memergoki istrinya bersama lelaki lain di hotel, padahal pamitnya mau mengajar. Sampai di rumah langsung diurus dan diinterogasi. Ngakulah bahwa Subekti adalah teman lamanya di kampus dulu. “Oo, jadi dulu teman kuliah, kini jadi teman mendesah-desah?” kata Samsul sengit.

Indri tak bisa menjawab, dan Samsul membawa persoalan ini ke polisi. Awalnya mau ditempuh jalan damai saja. Tapi rupanya Subekti memang tak ada iktikad baik, dia terus mengulur-ulur waktu terus, sehingga Samsul tak sabar lagi. Kini Subekti akan diproses, dengan resiko masuk penjara dan kehilangan pekerjaan.

Pengin mbelah duren saja, kenapa nggak ke supermarket? (MC/Gunarso TS)