Friday, 16 November 2018

Nur Mahmudi Ditetapkan Jadi Tersangka, Warga Depok ini Demo Botaki Kepala

Kamis, 30 Agustus 2018 — 17:03 WIB
Ketua LSM Kapok Kasno tengah mencukur rambut hingga botak setelah
ditetapkan mantan Walikota Depok Nur Mahmudi

Ketua LSM Kapok Kasno tengah mencukur rambut hingga botak setelah ditetapkan mantan Walikota Depok Nur Mahmudi

DEPOK – Sejumlah elemen warga menggelar demo setelah mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail ditetapkan sebagai tersangka korupsi pembebasan lahan untuk pelebaran Jl. Raya Nangka, oleh Tim Tipikor Polres Depok. Mereka menggelar aksi dengan spanduk, tabor bunga, bahkan mencukur rambut hingga botak.

“Ini sudah haul dan janji saya mengguduli rambut atau botak sejak se tahun lalu bahwa kasus pembebasan lahan untuk pelebaran badan Jl. Raya Nangka sepanjang 500 meter dengan lebar 6 meter yang diusulkan anggarannya mencapi Rp 17 miliar penuh aroma korupsi di lingkungan pejabat Kota Depok,” kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kapok, Kusno,  Kamis (30/8).

Setahun lalu saya sempat janji jika masalah pembebasan lahan pelebaran Jl. Raya Nangka ada masalah dugaan korupsi terlebih setelah dana APBD tahun 2015 dicairkan untuk dibayar ke warga pemilik lahan, bangunan dan kios pinggir jalan tersebut sampai dua tahun tidak ada aksi.

Bahkan, dana pembebasan lahan sebetulnya sudah disiapkan pihak pengembang apartemen yang membutuhkan sarana jalan cukup lebar menuju kawasan apartemen tersebut.

Ternyata dugaan saya tidak meleset korupsi terjadi yang  mencapai Rp 10 miliar lebih dan sejumlah saksi yang mencapai sekitar 80 orang sudah diperiksa serta mantan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail dan Sekda setempat Harry Prianto secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 20 Agustus 2018 lalu. “Ya saya haul dan sudah janji jika
ada tersangka rambut akan digunduli alias botak,” tutur Kasno.

Pihaknya, tambah dia, sangat mengapreasi tugas dan kinerja jajaran tim Tipikor Polres Depok serta siap mengawal maupun memantau proses penyidikan pihak jajaran tim tipikor Polres Depok terhadap kasus korupsi pembebasan lahan Jl. Raya Nangka yang diduga akan banyak menyeret sejumlah pejabat lain termasuk anggota DPRD Kota Depok lainnya. (anton/win)