Tuesday, 25 September 2018

Pembangunan Waduk Rambutan Dilanjutkan, Warga Minta Pembebasan Lahan

Kamis, 30 Agustus 2018 — 7:14 WIB
Kondisi Waduk Rambutan yang saat ini dalam tahap pengerjaan. (Ifand)

Kondisi Waduk Rambutan yang saat ini dalam tahap pengerjaan. (Ifand)

JAKARTA – Pembangunan waduk Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, akhirnya kembalikan dilanjutkan, yang saat ini dalam tahap membentuk badan waduk. Namun, beberapa warga yang rumahnya di bibir waduk berharap dilakukan pembebasan, karena khawatir air tumpah ke kediamannya.

Fatimah, 41, warga sekitar yang berharap pembebasan kembali dilakukan di tempat tinggalnya. Karena begitu waduk dilakukan pengerukan, belakang rumahnya persis di bibir waduk.

“Pas tahu waduk jadinya seperti ini ngeri juga, harusnya dulu minta dibebaskan saja. Karena tembok belakang rumah berada persis di samping waduk,” katanya, Rabu (29/8).

Menurut Fatimah, dirinya sangat berharap pemerintah provinsi (pemprov) DKI mau membayarkan tanah tempat tinggalnya. Karena saat ini ia hanya was-was dengan posisi waduk yang sangat besar itu malah nantinya menimbulkan masalah bagi keluarganya. “Ya dibayarinnya dengan harga yang sesuai saja karenakan uangnya buat cari rumah lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Aliran Timur Dinas Sumber Daya Air, Andika Purnomo mengatakan, pengerjaan waduk Rambutan sudah dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Saat ini, pihaknya tengah fokus untuk membentuk kondisi waduk terlebih dahulu, dengan melakukan pengerukan.

“Areal yang kita keruk ini seluas 2,4 hektar, makanya saat ini masih fokus untuk mengeruk untuk membentuk kondisi waduk terlebih dahulu,” katanya.

Dalam pengerukan itu, kata Andika, pihaknya mengalami sedikit kendala. Pasalnya, alat berat jenis amfibi yang tak bisa masuk ke lokasi, membuat pengerjaan dilakukan secara estafet.

“Sore hari kita sedot dulu air yang ada di waduk, besok pagi baru alat berat masuk untuk mengeruk yang dilakukan tiga alat berat bersamaan,” ungkapnya.

Permasalahan lain, sambung Andika, tanah hasil pengerukan waduk, hingga saat ini terkendala tak bisa dibawa keluar dari sekitar lokasi. Pasalnya, jalur untuk ke lokasi yang cukup sempit, hanya bisa dilalui truk kecil sehingga pengerjaan kurang maksimal.

“Apalagi jenis tanah yang kurang baik, tak diminati. Ada Dinas Kehutanan yang bersedia menampung, namun pengerjaannya dilakukan manual,” ungkapnya.

Terkait masalah permintaan warga yang minta di bebaskan lahannya, Andika mengaku akan melaporkan hal itu ke Dinas. Meski begitu, pihaknya sangat mendukung pembebasan lahan, karena nantinya bermanfaat untuk proses pengerjaan waduk Rambutan.

“Kalau memang nanti dibebaskan, keberadaan waduk Rambutan 1 dan 2 akan tersambung. Makanya akan kami laporkan dulu ke Dinas,” ungkapnya. (Ifand/win)