Sunday, 18 November 2018

Undangan untuk Peduli Sosial

Kamis, 30 Agustus 2018 — 5:30 WIB

Oleh H. Harmoko

NEGERI ini dibangun dengan perjuangan fisik, diplomasi dan kepedulian sosial, dimana masyarakat di bumi Nusantara secara alamiah bergaul dan peduli pada nasib sesamanya. Karena itu, setiap waktu kita diuji sebesar apa kita peduli kepada derita yang menimpa saudara setanah air, dan saudara sesama umat manusia di muka bumi.

Berbagai bencana alam yang menimpa sebagian Tanah Air, seperti banjir dan gempa bumi serta bencana sosial lainnya, menjadi peringatan dan “undangan” agar kita semua peduli. Sebuah kontak yang menghubungkan rasa kemanusiaan kita telah muncul, membangkitkan empati bagi setiap manusia.

Kepedulian sosial adalah minat atau ketertarikan kita untuk membantu orang lain, sebagaimana telaah para ahli.

Pendidikan orangtua, keluarga serta lingkungan terdekat kita sangat berpengaruh besar dalam menentukan tingkat kepedulian sosial kita. Teman-teman di kantor dan seprofesi juga ikut menumbuhkan seberapa besar kepedulian kita. Nilai-nilai kepedulian tumbuh dalam diri, juga karena pengaruh pergaulan.

Kepedulian sosial yang dimaksud bukanlah rasa dan sikap usil, mencampuri urusan orang lain, melainkan rasa empati untuk membantu mereka yang sedang tertimpa musibah dan menderita. Membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi orang lain dengan tujuan kebaikan dan perdamaian, juga menunjukkan rasa peduli.

MARI kita peduli dan membantu sesama, bukan semata-mata menolong orang lain, namun juga mengembangkan kepekaan diri, rasa empati, memberi contoh nyata kepada anak dan keluarga serta sekitar, betapa pentingnya peduli kepada orang lain.

Kepedulian bisa ditingkatkan dengan kontrol sosial, menyuarakan mereka yang mendapatkan ketidak-adilan sosial. Mereka yang terpinggirkan atau termajirnalkan. Luput dari perhatian pemerintah atau masyarakat sekitar.

Kepedulian sosial dibagi dalam beberapa kategorinya, antara lain: Kepedulian yang berlangsung saat suka maupun duka. Kepedulian yang melibatkan pihak yang berdaya kepada pihak yang sedang tidak berdaya, dan turut merasakan apa yang sedang dirasakan atau dialami oleh orang lain.

Kepedulian bisa bersifat pribadi, namun ada kalanya kepedulian itu dilakukan bersama. Cara ini penting apabila bantuan yang dibutuhkan cukup besar atau berlangsung secara berkelanjutan.

Rasa kepedulian tumbuh dari cinta. Dari kepekaan hati untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah empati, yang dapat diartikan sebagai kesanggupan untuk memahami dan merasakan perasaan-perasaan orang lain seolah-olah itu perasaan sendiri.

Kepedulian tidak karena adanya motif imbalan, atau disertai alasan-alasan yang membawa keuntungan kepada yang memberi.

Ada beberapa hal yang merupakan hambatan kepedulian sosial. Di antaranya egoisme yang melekat pada setiap diri, bahwa semua tindakan seseorang terarah atau harus terarah pada diri sendiri.

Juga sikap perilaku manusia yang sangat mengutamakan materi sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidupnya. Demi mewujudkan itu, mereka umumnya tidak terlalu mementingkan cara untuk mendapatkannya.

Perilaku peduli sosial oleh tokoh ternama, ikut memberi pengaruh kepada seseorang. Mereka yang egois akan terpengaruh oleh orang-orang yang diidolakan.

Kepedulian sosial juga bisa didapat lewat kampanye, edukasi publik. Orang yang lemah kepeduliannya bisa terpancing oleh kampanye dan sosialisasi pentingnya kepedulian sosial dan pemahaman tentang apa yang menimpa dan dirasakan oleh saudara sesama, dan bagaimana ia harus bersikap dan berperilaku peduli kepada orang lemah.

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial, yang tidak bisa hidup sendiri. Oleh karna itu lumrah jika manusia memiliki kepedulian sosial terhadap sesama. Tetapi dengan semakin pesatnya teknologi-teknologi modern saat ini yang bisa menghubungkan individu dengan individu lain tanpa batasan ruang dan waktu, seperti kontak di dunia maya.

Mari peduli sosial, mari membantu sesama, mengulurkan tangan kepada mereka yang sedang terkena musibah dan kesulitan – bukan hanya untuk kepentingan mereka yang sedang membutuhkan bantuan Anda, melainkan juga membantu kepekaan diri, untuk meningkatkan kualitas kemanusiaan Anda. *