Wednesday, 21 November 2018

Diduga Kadaluarsa

30 siswa SD Taruna Bangsa Ciputat Keracunan Susu Kemasan

Jumat, 31 Agustus 2018 — 8:25 WIB
Wakil Kepala SD Taruna Bangsa Sulisyaningsih saat menjelaskan susu kemasan yang diminum siswa. (anton)

Wakil Kepala SD Taruna Bangsa Sulisyaningsih saat menjelaskan susu kemasan yang diminum siswa. (anton)

TANGSEL  – Sedikitnya 30 dari 120 anak sekolah dasar (SD) Taruna Bangsa, Jl. Raya Kayu Manis, Seru, Ciputat keluhkan mual-mual dan muntah setelah meminum susu kemasan merk Morinaga Chil Go yang diberikan pihak sekolah.

Diduga susu kemasan  tersebut sudah kedaluarsa. “Ada sekitar 30 siswa kelas IV, V dan VI setelah mendapatkan minuman susu kemasan botol plastic warna pink merk Morinaga Chil Go mengalami mual dan muntah namun mereka tidak ada yang dirawat dan diperbolehkan pulang setelah diperiksa dan ditangani dokter dan petugas dari Puskesmas Ciputat,” kata Wakil Kepala SD Taruna Bangsa, Sulisyaningsih, Jumat (31/8/2018).

Kondisi siswa yang mengalami mual dan muntah setelah mereka dibagikan minuman kemasan sudah kembali baik, tuturnya yang menambahkan mereka yang diduga keracunan kebanyakan siswa kelas IV, V dan VI. “Alhamdulillah…Semua sudah sehat kembali dan bersekolah tapi pihaknya tetap melaporkan kasus itu ke kepolisian,” imbuhnya.

Sebetulnya sebelum susu kemasan itu dibagikan pihak sekolah sudah memeriksa kadar kadaluarsanya seperti ada botol kemasan yang kadaluarsa tertulis tanggal 26 Agustus 2018 dan ada beberapa yang jatuh tempo 26 September 2018. Susu kemasan itu memang dibagikan sekolah kepada siswa.

Dugaan Kadaluarsa

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tangsel, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alexander Yurikho, mengakui adanya laporan kaitan siswa yang diduga keracunan setelah mengkonsumsi susu kemasan plastik dan pihaknya sudah meminta sejumlah keterangan sejumlah saksi.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti baik susu maupun bahan yang masuk dalam tubuh siswa atau muntahan untuk di cek ke laboratorium.

“Ada delapan saksi yang dimintai keterangan antara lain kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali murid hingga pihak produsen susu,” ucapnya yang mengaku hasil pemeriksaan awal kepolisian disimpulkan bahwa produk susu kemasan tersebut telah kedalauarsa. “Kemungkinan mengkonsumsi produk yang expired,” tuturnya. (anton/tri)