Thursday, 20 September 2018

Belajar Pada Pahlawan Olahraga

Jumat, 31 Agustus 2018 — 4:50 WIB

 

 

PESTA olahraga Asian Games 2018 menorehkan catatan penting bagi bangsa Indonesia. Selain prestasi gemilang yang dicapai atlet-atlet kita, catatan penting yang harus digarisbawahi adalah tumbuhnya rasa nasionalisme tanpa memunculkan perbedaan.

Di tahun politik ini, riak-riak yang berpotensi menimbulkan konflik. Panasnya suhu politik sangat terasa di akar rumput, terutama kelompok-kelompok pendukung calon presiden. Bahkan even olahraga internasional yang saat ini tengah digelar, juga sempat dipolitisir. Tak ketinggalan, suksesnya Indonesia mendulang medali pun dipolitisir.

Perang politik di dunia maya, sementara ini reda ketika perhatian jutaan warga Indonesia beraluh ke perhelatan akbar Asian Games 2018. Rakyat menyaksikan betapa pahlawan-pahlawan olahraga gigih membela Merah Putih. Tak ada perbedaan kulit, status sosial, agama maupun ras, jauh dari SARA. Semua disatukan dengan rasa nasionalisme.

Momen yang tak henti menjadi bahan pembicaraan, adalah ketika pesilat Hanifan Yudani Kusumah ‘menyatukan’ Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto.  Dua capres yang akan berkontestasi di Pilpres 2019 ini lalu berpelukan berselimut bendera Merah Putih. Peristiwa langka ini menyiratkan pesan, perbedaan politik tidak boleh memecah belah bangsa ini.

Asian Games dua hari lagi berakhir, ribuan tamu dari 45 negara akan meninggalkan Indonesia dengan membawa kesan mendalam. Perhatian publik pun akan kembali beralih ke dunia politik, ekonomi dan sektor lainnya serta peristiwa yang tengah terjadi di negeri ini.

Banyak hikmah yang bisa diambil dari momen Asian Games di mana Indonesia menjadi tuan rumah. Pertama, kita tentu sangat bangga dan memberi apresiasi tinggi atas prestasi pahlawan-pahlawan olahraga yang telah mengharumkan nama bangsa.  Seluruh rakyat mendukung dan mendorong atlet-atlet kita untuk terus berprestasi.

Kedua, sportivitas, semangat bersatu dan rasa nasionalisme atlet-atlet kita patut dicontoh baik oleh politisi maupun pendukung-pendukungnya. Bertarung di kancah politik, bukan untuk menebar permusuhan dan memecah belah. Melainkan merekatkan bangsa ini dengan menyatukan perbedaan, supaya negeri ini menjadi negara kuat. Maka, belajarlah pada pahlawan olahraga kita. **