Tuesday, 18 September 2018

Cerai Bini Nikahi Ipar Masuk Juga Pak Eko?

Jumat, 31 Agustus 2018 — 7:30 WIB
kakak-ipar

UNTUK logikanya orang waras, mestinya tidak masuk jika menceraikan istri hanya untuk menikahi janda dari kakak istrinya. Tapi buat Pak Eko Widodo, 45, dari Surabaya, masuk juga tuh. Maka demi Titin, 40, janda dari kakak istrinya, dikawini juga. Maka Eko suka diledek teman-teman, “Masuk juga Pak Eko?” Apanya yang masuk?

Kata orang bijak, cinta itu buta! Jika sudah demen setengah mati, biar perempuan itu sudah emak-emak, dikawini juga. Itu masih lumrah dan wajar. Yang wajar, tapi sangat kurang ajar adalah, menikahi perempuan bekas jandanya kakak ipar sendiri. Bagaimana coba perasaan istri kita, pastilah hancur berkeping-keping laksana batu split.

Lelaki kurang ajar itu salah satunya adalah Eko Widodo, warga Surabaya. Meski sudah punya beberapa anak, diam-diam dia nginceng Ny. Titin, istri dari kakak iparnya. Meski sudah emak-emak, tapi bodi dan penampilannya masih prima. Maka setiap melihat Ny. Titin, nafsunya langsung mengerucut.

Tapi karena tak enak sama suami Titin yang sekaligus juga kakak ipar sendiri, gelora cintanya tersebut sebatas wacana saja. Tapi di lembah hatinya yang paling dalam, jika peluang memungkinkan pastilah diambil juga. Liat tuh contohnya Sandiaga Uno, seumur-umur tak pernah ada cita-cita jadi Cawapes. Eh, tahu-tahu diajak Prabowo. Tentu saja langsung mau. Namanya juga rejeki.

Berkaitan dengan Pileg 2019, Ismanu Yasonta, 48, kakak ipar Eko Widodo ini mau nyaleg. Tapi tak punya modal sendiri, akhirnya dia mbujuki keluarga besarnya, untuk menjual sebidang tanah. Tentu saja keluarga besar keberatan. Enak saja, terpilihnya belum tentu, aset keluarga kadung hilang. Meski bisa lolos ke Senayan pun, belum tentu Ismanu Yasonta ingat jasa keluarga besarnya.

Anehnya, Eko Widodo ini meski dia bukan ahli waris langsung, paling vokal menolak rencana penjualan aset keluarga besar. Maka dia sering dinasihati istri, jangan lebay. Yang tragis, gara-gara gagal nyaleg karena tak ada modal, Ismanu Yasonta terkena stroke dan…..wasalam!

Ini tangisan keluarga istri, tapi senyuman buat Eko Widodo. Sebab peluang mendapatkan Titin terbuka lebar. Dan benar saja, ibarat kata kuburan Ismanu Yasonta masih juga merah, Eko Widodo sudah kasak-kusuk mendekati Titin. Setan tentu saja sangat mendorong. Mana kala Pak Eko diam-diam masuk ke rumah Titin, setan pun bertanya, “Masuk Pak Eko….?” Dari dalam dia menjawab, “Masuuk!” Entah apanya yang masuk.

Awalnya Titin kaget juga, kok Eko Widodo menaksir dirinya. “Aku tak bisa, wong ipar kok kemudian jadi istrinya,” ujarnya beralasan. Tapi Eko Widodo malah menasihati, yang jangan dianggap bekas ipar. Yang penting sekarang jadi suaminya. “Ya nggak bisa saya Dik,” tangkis Titin lagi.

Tapi saking telatennya Pak Eko, akhirnya janda Titin mau juga dipersunting. Tentu saja hal ini bikin kaget istri Eko Widodo. Sungguh tak masuk di logika, bekas ipar kok jadi istri. Dia langsung minta cerai, karena tak mau dipoligami dengan bekas isri kakak kandungnya. Tentu saja Eko Widodo oka-oke saja, dia berangkat ke Pengadilan Agama Surabaya dengan langkah ringan.

Setan pun bertanya lagi, masuk Pak Eko. Eko juga menjawab: masuuuuk! (JPNN/Gunarso TS)