Wednesday, 19 September 2018

‘Makar’ Istri Bang Jalil

Jumat, 31 Agustus 2018 — 7:10 WIB
makar

RAMAI ya? Ada yang bersorak soray, sambil berjingkrak-jingkrak. Ada yang berpelukan, sambil tersenyum lebar. Ada yang berteriak; Indonesia bisa! Eh, ada juga yang pada saling adu otot!
“Begitulah dunia, Bung!” ujar sahabat Bang Jalil yang menelpon dari jarak jauh.

Bang Jalil diam saja. Nggak menjawab. Takut salah. Jadi ya, lebih baik diam, deh. Ini memang negara demokrasi. Siapa saja boleh bicara,yang penting sesuai jalur.

Tuh, pada saling tuduh. Pada ribut terus. Ada yang mau begini, ada yang mau begitu. Ada yang bilang makar. Yang dituduh marah. Ya, bayangkan saja, makar itu satu gerakan mengguilingkan pemerintahan yang sah, lho?

Sementara yang menuduh, juga merasa omongannya benar. Jadi ya saling adu otot. Nah, Bang Jalil nggak mau terjebak oleh pusaran politik yang bikin pusing. Sebagai orang kecil, ya maunya negara ini tenang. Makanya dia milih menonton Asean Games. Ayo, gol,gol! Hajar terus. Lawan jangan dikasih lewat, jangan dikasih ampun! Ait, jangan emosi!

“Kita bangga banget ya,Pak. Para atlet kita sekarang hebat-hebat!” kata sang istri.

”Iya, dong Bu. Siapa dulu dong kita ini?”

“ Indonesia!” jawab sang istri, “ Tuh, pencak silat kita sabet habis medali emas, hebat ya,Pak?”

Bang Jalil tersenyum bangga.

“ Eh, Pak. Ngong-ngomong makar itu apa sih Pak?”

“ Ibu nggak usah ikut campur. Urus saja dapur!”

“ Oh iya, Bapak asyik nonton TV, jadi lupa kasih uang belanja buat dapur,lho?”

Hemm, uang belanja? Itulah ‘makar’ dari sang istri buat Bang Jalil. –massoes