Thursday, 20 September 2018

Pelajar Asal Bogor Ini Bawa Senjata Tajam Masuk Depok

Jumat, 31 Agustus 2018 — 19:17 WIB
Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor bersama anggota SPKT menunjukan barang bukti senjata tajam celurit.  (Angga)

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor bersama anggota SPKT menunjukan barang bukti senjata tajam celurit. (Angga)

DEPOK – Operasi gabungan Polsek Pancoran Mas berhasil mengamankan belasan pelajar SMK asal Bogor berencana tawuran di Depok. Dua pelajar di antaranya terbukti tertangkap tangan membawa senjata tajam jenis celurit.

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Agus Roni Wowor mengatakan dari sembilan belas pelajar SMK kelas 1 asal Bogor tersebut, dua di antaranya terbukti membawa senjata tajam jenis celurit yang disembunyikan dalam tas dan baju seragam sekolahnya.

“Kedua pelajar yang terbukti membawa senjata tajam yaitu F,15, dan A,15, SMK kelas 1,   tertangkap tangan saat digeledah petugas,” katanya, Jumat (13/8) sore.

Mantan anggota Sat 1 Gegana Korps Brimob Kelapa Dua Depok ini mengungkapkan peningkatan patroli gabungan Polres dan Polsek ini bermula ada pesan berantai viral bahwa akan terjadi tawuran besar dengan kumpul terlebih dahulu di rumah seorang pelajar di daerah Ratu Jaya.

“Pada saat sedang anggota patroli terlihat segerombolan anak sekolah sedang nongkring di Gang SMP, Ratu Jaya. Langsung kita geledah 17 pelajar tidak terbukti membawa senjata tajam kita data dan bina dibawa ke Pospol Citayam, lalu dua pelajar kedapatan membawa senjata tajam dibawa ke Polsek,”tambahnya.

Akibat perbuatan pelajar tersebut, lanjut Kompol Agus, terancam akan dikenakan Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang pelarangan membawa senjata tajam di muka umum. “Kedua pelajar masih kita mintai keterangan. Senjata tajam sudah kita sita sebagai barang bukti,” tutupnya. (Angga/win)