Saturday, 22 September 2018

Adik Prabowo Kembali Singgung ‘Indonesia bubar tahun 2030’

Sabtu, 1 September 2018 — 10:58 WIB
Hasyim dibedah buku Paradoks Indonesia.(cw6)

Hasyim dibedah buku Paradoks Indonesia.(cw6)

JAKARTA – Beberapa bulan lalu, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sempat berbicara soal ‘Indonesia bubar tahun 2030’ dari novel fiksi karangan PW Singer dan August Cole.

Pembicaraan tersebut sempat viral dan dibahas luas oleh semua kalangan. Banyak pro dan kontra terkait pembahasan ‘Indonesia bubar tahun 2030’ yang diucapkan oleh bakal calon presiden itu.

Sempat hilang dimakan waktu, saat ini pembicaraan Prabowo soal ‘Indonesia bubar tahun 2030’ kembali mencuat. Namun, hal tersebut dibahas oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo¬†yang juga merupakan adik kandung Prabowo.

“Dia (Prabowo) memikirkan hal-hal yang mungkin orang lain tidak fikirkan,” ucapnya dalam sambutan pada kegiatan bedah buku Prabowo berjudul “Paradoks Indonesia” di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Hashim melanjutkan, dahulu Prabowo pernah memprediksi soal pecahnya Timor-Timor atau Timor Leste. Saat itu, Prabowo bersurat kepada Panglima TNI untuk menyikapi secara serius situasi di Timor Leste agar tidak berdampak buruk.

“Dia prihatin dengan kondisi di Timor-Timor dan dia meramalkan kalau kondisi ini berlanjut, dia memperkirakan satu hal yang tidak baik untuk Indonesia. Dia mengatakan kalau hal ini tidak diperhitungkan bendera Indonesia bisa¬† diturunkan. 10 tahun sebelum memorandun Timor-timor, Letkol Prabowo sudah memprediksi itu,” paparnya.

Menurut Hashim, bisa saja Indonesia pecah seperti negara di Uni Soviet jika tidak dikelola dengan baik. Namun, Indonesia dapat berdiri kokoh jika pemerintahan dan seluruh elemen di negara ini dikelola dengan baik.

“Kalau Uni Soviet bisa bubar, Indonesia juga bisa bubar. Saya juga pelaku bisnis di Yugoslavia. Tahun 1992 terjadi perang sekarang Yugoslavia tidak ada lagi sekarang diganti 7 negara. Apapun kondisinya di bawah presiden Prabowo tidak bakal ada wilayah Indonesia yang lepas,” ujarnya optimis. (cw6/tri)