Saturday, 22 September 2018

Bila Ahli Geologi Tertangkap Manjakan Kebutuhan Biologi

Sabtu, 1 September 2018 — 7:34 WIB
kejang

BU DOSEN Halida, 40, tak nyaman punya suami Safrizal, 45, sebab dia punya kelainan seksual. Karenanya dia terpikat pada Ferdian, 57. Meski jauh lebih tua, tapi mesra dan lembut di ranjang. Tapi sial, ketika ahli geologi itu tengah memanjakan kebutuhan biologisnya bersamanya, digerebek polisi.

Ada memang lelaki yang menjadi penderita sadismacosism. Lelaki seperti ini baru terbangkitkan gairahnya manakala pasangan terlihat kesakitan, babak belur atau berdarah-darah. Kebanyakan wanita tak tahan punya suami model beginian, sehingga berujung ke perceraian. Kecuali, istri punya ajian Lembu Sekilan, sebab meski dipukul tapi tak pernah kena karena masih ada jarak sekilan (sejengkal).

Ny. Halida yang menjadi dosen PTS di Padang (Sumbar), sungguh tak menyangka suaminya punya penyakit sadismacosism. Karenanya sejak pengantin baru, setiap masuk kamar rasanya seperti naik ring tinju saja laiknya. Keluar kamar esok paginya, kondisi Halida memang sudah babak belur, seperti habis kena swing dan upercut.

Tapi demi keutuhan keluarga, Halida mencoba bertahan dan memaklumi kondisi suaminya. Cuma di kamar tidurnya dia tak pernah lupa menyiapkan kotak PPPK, berisi perban, zodium, kapas. Bahkan kadang pula beras kencur. Diapun melayani suami hanya seminggu sekali. Pokoknya tidak ada partai tambahan!

Dari kesibukan mengajar di kampus, dia berkenalan dengan Ferdian, ahli geologi yang juga pakarnya eksplorasi. Biar jauh lebih tua dari suami, tapi dia penyabar tidak temperamental. Halida sudah tertarik pada pandangan pertama. Kebetulan disiplin ilmu Halida juga paralel dengan ahli geologi itu. Mereka pun semakin intim, sampai kemudian berakhir di urusan ranjang.

Ternyata ahli geologi ini dalam soal kebutuhan biologi sangat kalem, tidak seperti suaminya di rumah. Maka Ny. Halida sangat nyaman ketika diajak “eksplorasi” atau pengeboran lepas pantai. Sejak itu Bu Dosen selalu siap jika ahli geologi itu ingin dimanjakan kebutuhan biologisnya.

Tapi belum lama ini kesialan menerpa pasangan mesum Halida –Ferdian. Saat keduanya nginep di hotel daerah Ulak Karang Bukittinggi, eh…..kepergok Satpol PP. Tentu saja jadi urusan, kedua keluarga mereka lalu didatangkan. Dalam pemeriksaan Halida mengaku selingkuh karena suami punya kelainan seksual.

Tentu saja tak mau dipermalukan di depan publik, karenanya dia serta membantah. Katanya, apa yang disampaikan istri itu hoax belaka. Dia lelaki normal biasa, hanya memang sudah tidak rosa-rosa macam Mbah Marijan.

Satpol PP percaya saja, takutnya barang bukti langsung ditunjukkan. (MC/Gunarso TS)