Saturday, 17 November 2018

Penahanan Satu Juta Muslim Uighur di Cina, Mengkhawatirkan, Kata PBB

Sabtu, 1 September 2018 — 4:51 WIB
Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. (reuters)

Muslim Uighur di wilayah Xinjiang. (reuters)

CINA- PBB menyatakan khawatir atas penahanan massal kelompok Muslim Uighur di Cina dan menuntut pembebasan mereka.

Beijing menyatakan mereka ditahan dengan “alasan” mengatasi terorisme.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah komisi PBB mendengar beberapa laporan bahwa sampai satu juta Muslim Uighur di daerah Xinjiang barat ditahan di kamp pendidikan kembali.

Beijing menyangkal sejumlah tuduhan tersebut tetapi mengakui beberapa ekstremis ditahan untuk dididik kembali.

Cina memandang milisi dan separatis Islamis bertanggung jawab atas terjadinya kerusuhan di daerah tersebut.

Saat dilakukan pengkajian pada permulaan bulan ini, anggota Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Ras menyatakan sejumlah laporan yang dapat dipercaya mengindikasikan bahwa Beijing telah “menjadikan daerah otonomi Uighur menjadi sesuatu yang mirip dengan kamp pengasingan besar-besaran”.

Cina menjawab dengan mengatakan Uighur mendapatkan hak sepenuhnya tetapi Beijing mengakui, dan ini jarang dilakukan, bahwa “pihak-pihak yang dibohongi ekstremisme keagamaan … akan dibantu lewat permukiman dan pendidikan kembali”.

Xinjiang mengalami berbagai peristiwa kekerasan – diikuti dengan penggerebekan – selama bertahun-tahun.
Apa yang PBB katakan?

Pada hari Kamis (30/08) badan PBB mengeluarkan kesimpulan pengamatannya yang mengkritik “definisi luas tentang terorisme dan acuan kabur terkait ekstremisme serta definisi tidak jelas terkait separatisme dalam undang-undang Cina”.

Komisi tersebut mendesak Beijing untuk:

-.Mengakhiri penahanan tanpa dakwaan hukum, pengadilan dan vonis;

-.Pembebasan segera orang-orang yang saat ini ditahan di bawah keadaan ini;

-.Memberikan data jumlah orang yang ditahan dan alasan penahanan mereka;

-.Melakukan “penyelidikan independen terhadap semua tuduhan tidak layak terkait ras, suku dan keagamaan”.

Apa tuduhan terhadap Cina?

Kelompok hak asasi manusia termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch memberikan laporan kepada komite PBB yang mencatat tuduhan penahanan massal pada kamp di mana para tahanan dipaksa melakukan sumpah setia kepada Presiden Cina, Xi Jinping.

World Uyghur Congress menyatakan dalam laporannya bahwa tahanan dibui tanpa dakwaan dan dipaksa meneriakkan slogan Partai Komunis.

Mereka juga dilaporkan tidak diberikan makanan yang cukup dan muncul laporan penyiksaan yang meluas.

Kebanyakan tahanan tidak pernah didakwa melakukan kejahatan dan tidak pernah menerima bantuan hukum.

Pernyataan terbaru PBB dikeluarkan di tengah terjadinya peningkatan ketegangan menyangkut agama di kawasan lain di Cina.

Di wilayah Ningxia barat laut, ratusan Muslim yang berusaha mencegah pengrusakan masjid bentrok dengan pemerintah.
Siapakah orang Uighur?

Uighur adalah minoritas Muslim yang sebagian besar berada di daerah Xinjiang, Cina barat. Sekitar 45% penduduk di tempat itu adalah Uighur.

Xinjiang resminya diperlukan sebagai daerah otonomi di dalam Cina, sama seperti Tibet di selatan.

Sejumlah laporan yang menyebutkan semakin banyak orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya yang ditahan di Xinjiang muncul dalam beberapa bulan terakhir.

Cina menyatakan pihaknya melakukan penahanan untuk mengatasi kelompok ekstremis.(BBC)