Tuesday, 25 September 2018

Empat Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Indonesia di Asian Games 2018

Minggu, 2 September 2018 — 13:16 WIB
Tim Paralayang Indonesia (dari kiri ke kanan) Jafro Megawanto, Roni Pratama, Hening Paradigma, Joni Efendi, Aris Apriansyah. Berfoto bersama setelah pengalungan medali emas untuk nomor ketepatan mendarat beregu putra Asian Games 2018  di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat. (INASGOC)

Tim Paralayang Indonesia (dari kiri ke kanan) Jafro Megawanto, Roni Pratama, Hening Paradigma, Joni Efendi, Aris Apriansyah. Berfoto bersama setelah pengalungan medali emas untuk nomor ketepatan mendarat beregu putra Asian Games 2018 di Cisarua, Puncak, Bogor, Jawa Barat. (INASGOC)

JAKARTA – Asian Games 2018 Jakarta-Palembang telah menyelesaikan pertandingan dari semua cabang olahraga yang dilombakan. Penutupan ajang empat tahunan itu akan digelar malam nanti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Di klasemen akhir, Indonesia berhasil masuk ke lima besar dengan menduduki peringkat empat dengan torehan total medali 98 keping. Tim tuan rumah mampu mendulang 31 medali emas, 24 medali perak dan 43 medali perunggu.

Poskotanews.com merangkum beberapa catatan menarik dari skuad Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018.

1. Emas Pertama dan Terakhir
Emas pertama Indonesia diraih oleh atlet taekwondo Defia Rosmaniar pada Minggu (19/8/2018). Defia mengalahkan atlet Iran, Marjan Salahshouri dalam laga final nomor poomsae individu putri.

Sementara itu emas ke-31 diraih dari cabang sepak takraw nompr quadran putra. Berlaga di Jakabaring Sport City (JSC), Sabtu (1/9/2018), Palembang, tim sepak takraw Indonesia berhasil menumbangkan Jepang di laga puncak dengan skor 2-1.

(BacaSepak Takraw Indonesia Ciptakan Sejarah)

2.  Cabor dengan medali terbanyak
Cabang olahraga (cabor) pencak silat menjadi lumbung medali bagi Indonesia di Asian Games. Olahraga seni beladiri asli Indonesia itu berhasil menyumbangkan total 15 medali yang terdiri dari 14 medali emas dan satu medali perunggu. Raihan tersebut membuat Indonesia kokoh di posisi empat klasemen hingga akhir kompetisi.

3. Atlet tertua dan termuda
Atlet bridge, Bambang Hartono menjadi olahragawan tertua di Indonesia yang berlaga di Asian Games 2018 dengan usia 78 tahun. Pria yang termasuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia itu berhasil merebut medali perunggu.

Sementara itu, Nyimas Bunga tercatat menjadi atlet termuda yang berlaga di Asian Games 2018. Di usia 12 tahun, atlet skateboard Indonesia itu berhasil menyumbangkan medali perunggu.

(BacaAnies Janjikan Bonus Bagi Atlet Asal DKI Peraih Medali Asian Games)

4. Atlet penyumbang medali terbanyak
Atlet paralayang Indonesia, Jafro Megawanto menjadi kontingen yang menyumbangkan medali terbanyak bagi Indonesia. Jafro menyumbangkan tiga medali yang terdiri dari dua medali emas dan satu medali perunggu.

Dua medali emas diraih pemuda 22 tahun itu dari nomor akurasi tunggal putra dan akurasi beregu putra. Sedangkan medali perunggu diraih dari nomor lintas alam beregu putra.

Penyumbang medali terbanyak kedua bagi Indonesia disumbangkan atlet panjat tebing, Aries Susanti Rahayu. Aries menyumbangkan dua medali emas dari nomor speed putri dan speed relay putri. (ikbal/ys)