Friday, 21 September 2018

Hidupnya Saja Dimodali Bini Kok Beraninya Memiliki WIL

Minggu, 2 September 2018 — 4:56 WIB
cerai

JIKA ada lelaki tak tahu diuntung, salah satunya Novizal, 40, warga Sumbar. Kehidupan keluarga saja dibantu istri, eh tega pelihara WIL. Ironisnya, begitu ketahuan bukan minta maaf, malah Ny. Meinar, 35, disabet kunci roda sampai patah kakinya. Tentu saja Novizal ditangkap polisi. Makan tuh WIL.

Bung Karno tahun 1965 pernah bilang, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Sebab dengan melihat sejarah, orang bisa menghargai perjuangan pendahulu kita. Generasi sekarang banyak yang buta sejarah. Bung Karno dulu mati-matian menyatukan Indonesia lewat Pancasila. Eh, sekarang enak saja ada sekelompok orang menafikan Pancasila, karena RI mau dijadikannya sebagai negara khilafah.

Novizal warga kota Padang (Sumbar) rupanya kelompok anak muda yang melupakan sejarah. Tapi bukan politik bernegara, melainkan politik rumahtangga. Dulu andaikan tak menikah dengan Meinar, mungkin masih jadi “kere” tanpa masa depan. Tapi setelah kawin dengan wanita yang punya usaha, nasibnya pun terdongkrak. Dulu motor saja pakai Honda 1969 yang bunyi ngok engok….., jadi suami Meinar langsung naik Kijang Innova.

Memang harus diakui, Meinar ini meski anak keluarga kaya, penampilannya kurang menjanjikan. Wajah sangat standar, bodinya tidak ideal, jika tak mau disebut gembrot karena penderita obesitas. Bila jalan bareng bersama Novozal, jadi membentuk angka 10. Nolnya si Meinar dan Novizalnya angka satunya. Tapi ada nilai positipnya memang, meski musim dingin Novizal tak perlu pakai selimut, karena istrinya sudah mewakili sarung cap Gajah Bengkak.

Selama ini Novizal kerja di bengkel mobil, bukan Auto 2000 tapi sehari-hari memang pakai oto. Dia kerja sebetulnya hanya mengejar status saja, sebagai pegawai. Paling tidak membantu catatan BPS bahwa angka pengangguran sudah menurun. Novizal memang malu jika hanya petentang-petenteng di rumah, tak punya pekerjaan kecuali ngerjain bini!

Dari sekian pelanggan bengkelnya, sekali waktu nyangkut pada pemilik mobil yang berstatus janda. Usianya 30 tahunan, tapi cantik, bodi seksi, betis mbunting padi dan pantat nan gadang! Melihat penampilan janda Nurbaiti, gairahnya langsung mengerucut. Dia membayangkan betapa asyiknya punya bini yang berbodi proporsional. Diajak jalan bareng tidak malu-maluin dan tak perlu diledak macam angka sepuluh.

Lupa pada sejarah, diam-diam Novizal pacaran dengan si janda Nurbaiti. Bersama janda itu romantis lah, dalam arti rokok dan makan gratis. Memang dia tak mau mengaku kondisi ekonomi di rumah sebenarnya. Walhasil tiap bulan dibantu kiriman pulsa Rp 100.000,- diterima saja. Novizal memang mengaku pekerja bengkel yang sebenarnya, gaji kecil tiap hari mandi olie.

Selicin-licin mengemas WIL-nya sekali waktu ada pula yang laporan ke Meinar bahwa melihat Novizal bawa mobil bersama cewek cantik. Ketika istri mengklarifikasi, jawabnya enteng saja, “Oh itu sedang test drive!” Meinar percaya saja, tak mau mengejar lebih jauh. Kalau test drive mestinya kan tetap pakai pakaian bengkel, dan lokasi test drive itu masih seputar bengkel atau sudah sangat jauh.

Minimnya daya kritis Meinar sangat menguntungkan Novizal. Tapi sekali waktu kepergok sendiri keluar dari hotel bersama cewek cantik yang sebetulnya Nurbaiti. Hayo mau alasan apa lagi? Test drive, jelas tidak mungkin. Paling test “dongkrak” milik Novizal sendiri.

Karena keteter tak bisa memberi alasan, Novizal jadi emosi. Istri yang terus mencecar dengan pertanyaan bak penyidik KPK, segera dihentikannya dengan sabetan kunci roda pas di kakinya. Begitu kerasnya pukulan, Meinar langsung tumbang dengan kaki patah. Keluarganya tentu saja tak terima. Sementara Meinar dilarikan ke Rumah Sakit, Novizal dilaporkan ke polisi dan langsung ditahan.

Masuk Pak Eko…, eh Novizal? Iya, masuk sel polisi. (KC/Gunarso TS)