Tuesday, 25 September 2018

Warga Minta Gerobak Sampah, Bupati Sukabumi Belum Tanggapi

Minggu, 2 September 2018 — 7:25 WIB
Warga Sukamaju, Cibadak membutuhkan kendaraan atau gerobak sampah.

Warga Sukamaju, Cibadak membutuhkan kendaraan atau gerobak sampah.

SUKABUMI – Warga Kampung Sukamaju, Desa Warnajati, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membutuhkan pengangkut atau gerobak sampah. Pasalnya, selama ini mereka kesulitan membuang sampah hingga akhirnya aliran Sungai Citatih menjadi tempat pembuangan.

Akibatnya, aliran sungai tersebut menjadi kumuh dan dipenuhi berbagai sampah rumah tangga. Ironisnya, warga yang mencakup tiga wilayah RT tersebut sudah mengajukan ke Pemda setempat namun hingga kini belum terealisasi.

Ketua RT 04/01, Ade Sutisna mengakui penanganan sampah di kampungnya menjadi persoalan yang belum ada solusinya. Maka itu, dia melalui desa sudah mengajukan pengadaan unit kendaraan pengangkut atau gerobak sampah ke Dinas Perumahan, Permukiman dan Kebersihan.

“Sudah sejak Maret lalu kami mengajukan permohonan bantuan. Namun sampai kini belum ada realisasi. Padahal permasalahan sampah hingga saat ini belum ada solusi. Sehingga warga masih terus membuang sampahnya ke sungai,” cetusnya, Sabtu (1/9/2018).

Ade berharap, imbauan pemerintah agar warga tidak membuang sampai ke sungai itu dibarengi solusinya. “Ini dilarang, lalu warga harus buang sampah ke mana? Kami butuh pengangkut sampah,” harapnya.

Kepala Desa Warnajati, Hilmi Nurhikmat mengaku telah mengajukan permohonan bantuan kepada Bupati melalui Disperkimsih untuk pengadaan motor atau gerobak pengangkut sampah. Namun, hingga kini pengajuan tersebut tidak ada kabarnya.

Dalam penanggulangan masalah sampah, kata Hilmi, tentunya harus ditunjang dengan pengelolaan yang baik serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai.

“Saat ini kami memiliki 4 tempat penampungan sampah sementara (TPSS) yang melayani 3 ke-RW-an meliputi sekitar 185 rumah tangga. Kendalanya keterbatasan petugas pengumpul sampah dari rumah tangga ke TPSS dikarenakan sebaran jarak antara lingkungan dengan TPSS relatif cukup jauh,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan pengelolaan sampah di wilayahnya, menurut Hilmi, dibutuhkan kendaraan atau gerobak pengangkut sampah.

“Permohonan bantuan pengadaan motor pengangkut sampah sudah kita buat dan telah disampaikan kepada Bupati melalui Disperkimsih pada 12 maret 2018 lalu. Namun sampai saat ini memang belum ada realisasi,” tambahnya. (sule/b)