Wednesday, 19 September 2018

22 Anggota DPRD Kota Malang jadi Tersangka

Senin, 3 September 2018 — 17:35 WIB
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang, Jawa Timur sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menegaskan jika penyidik KPK memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan 22 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka.

“Kami menemukan bukti permulaan yang cukup untuk melakukan penyidikan,” ucapnya di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

Ke-22 orang tersebut ialah Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Choeroel Anwar, Suparno Hadiwibowo, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Asia Iriani, Indra Tjahyono, Een Ambarsari, Bambang Triyoso, Diana Yanti, Sugiarto, Afdhal Fauza, Syamsul Fajrih, Hadi Susanto, Erni Farida, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, dan Ribut Harianto.

Mereka diduga menerima suap untuk memperlancar pembahasan APBD-P Kota Malang tahun anggaran 2015. Suap itu diduga diberikan oleh Wali Kota Malang Moch Anton.

Atas perbuatan tersebut, 22 anggota DPRD Malang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 11 dan pasal 12B UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayau (1) ke 1 KUHP.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan 19 anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka. Jadi, saat ini total ada 41 anggota DPRD Kota Malang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal Agustus 2017. Saat itu KPK menangkap eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Pemerintah Kota Malang, Jarot Edy Sulistyono, dan eks Ketua DPRD Malang, Mochamad Arief Wicaksono. Jarot diduga menyuap Arief sebesar Rp 700 juta terkait pembahasan APBD-P Malang.

Kemudian, KPK menemukan indikasi keterlibatan pemberi dan penerima suap lain dalam kasus ini. KPK menjerat 19 orang sebagai tersangka, termasuk Moch Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang.

Anton sudah divonis dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya terkait kasus ini. Sementara 18 anggota DPRD Kota Malang lainnya sedang menjalani persidangan. (cw6/b)