Sunday, 23 September 2018

Bom Guncang Filipina Selatan, 1 Tewas dan 15 Orang Terluka

Senin, 3 September 2018 — 8:47 WIB
ilustrasi ledakan

ilustrasi ledakan

JAKARTA –  Filipina Selatan diguncang serangan  bom di sebuah warnet  di kota Isulan yang menewaskan satu orang dan mencederai 15

Kepolisian setempat mencurigai serangan bom tersebut  dilakukan oleh kelompok keras pendukung ISIS. Dan ini adalah serangan kedua yang terjadi pekan ini.

Isulan, kota di pulau Mindanao dan yang sebagian besar penduduknya berasal dari mereka yang berkeyakinan Kristen. Belum ada yang menyatakan bertanggung jawab melakukan serangan tersebut.

“Serangan diduga dilakukan oleh  Pejuang Kemerdekaan Islam Bangsamoro (BIFF) masih sebagai pelaku serangan tersebut,” kata Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana, komandan divisi, kepada wartawan.

Dugaan ini menurutnya sangat beralasan, mengingat tidak ada kelompok lain yang berani melakukan pengeboman dan tidak ada kelompok lain ingin mengebom tanpa alasan.

Cirilito juga menuding BIFF sebagai pelaku pengeboman pada Selasa (25/8/2018), yang terjadi 500 meter dari situ dan menewaskan tiga orang serta melukai lebih dari 30 orang.

Mindanao merupakan wilayah tempat banyak warga minoritas Muslim berada.

BIFF, lanjutnya,  merupakan pecahan kelompok Muslim separatis, yang pada 2014 menandatangani perjanjian perdamaian dengan pemerintah untuk mengakhiri konflik 50 tahun di wilayah selatan Filipina, yang sebagian besar penduduknya beragama Katolik.

Dalam konflik selama 50 tahun tersebut, sekitar 120.000 orang tewas dan dua juta lagi mengungsi.(tri)