Thursday, 15 November 2018

Dukun Pengganda Uang Kerjanya Cabuli Pasien

Senin, 3 September 2018 — 6:57 WIB
begini

KETIKA dolar AS ngamuk, nilai rupiahnya bisa berlipat. Tapi di Muarojambi (Jambi), dukun Pak Jenggot, 40, mengaku bisa gandakan uang lewat ritual. Setidaknya ada 4 pasien muda yang jadi korban. Uangnya tak berlipat, justru malunya yang berlipat ganda. Sebab dalam ritual itu pasien habis digerayangi dan diobok-obok.

Mau uang berlipat, masukkan ke deposito bank, uang Anda otomatis akan bertambah lewat bunga yang diperolehnya. Jika mau berlipat dengan cepat dan banyak, jadilah rentenir 10-12, artinya pinjam Rp 1 juta, pulang Rp 1,2 juta dalam sebulan. Tapi itu namanya riba, dalam hukum Islam pelaku riba bisa kena adzab. Di neraka ubun-ubun di kepala ditusuk besi panas tembus ke Haiti.

Pak Jenggot warga Empeh Ulu Kabupaten Muarojambi, mengaku bisa memberikan solusi tanpa sanksi dunia “masa depan”. Lewat ilmunya, uang bisa berlipat ganda seperti Dimas Kanjeng di Probolinggo (Jatim). Katanya ini ditanggung halalal tayiban wa asyikan. Pokoknya pengin duitnya nambah jadi berapa, bawa ke sini semuanya beres!

Melalui getok tular di jalur non medsos, nama dukun Pak Jenggot cukup dikenal. Namanya aslinya sih BR, tapi nama bisnisnya itulah yang ngetop. Sebab BR memang pakai jenggot, meski hanya beberapa lembar belaka. Jadi kesannya, jenggot Pak Jenggot sebetulnya mirip-mirip gantungan kunci.

Sejumlah perempuan usia 20-30 tahunan, rupanya banyak juga yang tertarik. Syaratnya memang mudah, cukup bawa uang yang mau dilipatgandakan, menjalani ritual sampai selesai. Pokoknya mudah sekali, tak perlu harus yang tidak pernah dipenjara kasus korupsi. Soalnya persyaratan demikian toh nantinya akan dimentahkan seenaknya oleh Bawaslu. Katanya Caleg harus teken pakta integritas, nyatanya bekas napi korupsi diloloskan juga.

Yang mencurigakan, Pak Jenggot menolak pasien emak-emak 40 tahunan ke atas. Sosok yang kini dijadikan modal kampanye Cawapres Sandiaga Uno itu, bagi Pak Jenggot tak ada artinya. Dia maunya yang masih mulus-mulus dan segar. Kata Pak Jenggot, pasien muda bikin semangatnya cepat mengerucut.

Salah satunya adalah, Riyanti, 20, warga Paalmerah Kecamatan Paalmerah. Melihat penampilan calon pasien, gairah Pak Jenggot langsung mengerucut. Riyanti langsung diminta masuk kamar terapi, disuruh ganti pakain berupa jubah, bebas dari semua pakaian dalam. Katanya, efek terapi itu bisa langsung masuk Pak Eko…., tak terhambat BH, celdam dan sebangsanya.

Bila pasien perdukunan biasanya diminta mandi air kembang, Pak Jenggot mewajibkan Riyanti minum bir minimal satu botol. Ternyata, begitu pasien itu teler, langsung digerayangi daerah-daerah sensitipnya. Begitu sadar, lha kok uangnya tak juga bertambah? Malah yang bikin Riyanti kaget, wilayah organ intimnya terkena pencemaran limbah Kali Item sebelum diberi jaring.

Ternyata semua pasien Pak Jenggot memang diharuskan minum bir. Kemudian dalam kondisi teler langsung digerayangi. Bedanya adalah, pasien lain diam saja karena kadung malu, Riyanti berani melapor ke polisi. Tak ayal lagi dukun Pak Jenggot ditangkap. Dalam pemeriksaan mengakui, keahlian menggandakan uang itu hanya tipu-tipu belaka. “Baru 4 orang yang saya gerayangi.” Kata Pak Jenggot.

Hasilnya, malu saja yang jadi berlipat-lipat. (TJ/Gunarso TS)